EPILOG

Setelah Richard The Lion Heart, Raja Inggris, beserta tentara salib yang dipimpinnya mampu diusir oleh Saladin dari Palestina, masih ada saja raja-raja, baron-baron Kristen Eropa yang mengadakan serbuan ke Palestina dan bermimpi untuk bisa menguasai Yerusalem sebagai ekspresi religius mereka. Tapi, alhamdulillah, sejarah mencatat tak satu pun dari mereka yang mampu menaklukkan Yerusalem hingga pada 1967 Palestina jatuh ke tangan orang-orang Yahudi dengan dukungan kuat negara-negara Kristen. Bahkan salah satu jenderal negara-negara Kristen ini menendang makam Shalahuddin Al-Ayubbi atau Saladin, seakan-akan cita-cita perang salib telah tercapai.

Ada keterkaitan yang amat kuat antara perang salib yang terjadi pada abad pertengahan dengan kondisi umat Islam pada jaman modern ini. Imperialisme dan kolonialisasi bangsa Barat, notabene bangsa-bangsa Kristen terhadap negeri-negeri Muslim adalah sebuah bentuk baru perang salib. Begitu juga dengan adanya negara Israel di Palestina adalah bentuk baru kerajaan Yerusalem versi abad modern yang keberadaannya sangat merugikan Islam secara keseluruhan. Hanya saja bedanya adalah, jika di masa abad pertengahan peradaban Islam begitu kuatnya dan maju sedangkan di abad modern ini peradaban Islam benar-benar di bawah kendali peradaban barat yang sekuler.

Bukan kebetulan kalau kaum Muslim menyebut imperialisme Barat modern dengan sebutan Al-Salibiyyah atau tentara salib. Seorang Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, yang mengaku bukan seorang tentara salib ataupun imperialis mengatakan, “Israel akhirnya kembali ke negeri Al-Kitab, yang dari situ kaum Yahudi telah terusir ratusan tahun yang lalu. Pendirian negara Israel adalah pemenuhan nubuat sesuai dengan Alkitab dan merupakan intisari dari pemenuhan.” Jelas sekali bahwa Carter hanya memandang Palestina sebagai negerinya orang Yahudi sesuai dengan Alkitab-nya. Dan jelas sekali bahwa Carter mengabaikan hadirnya kaum Muslim di Palestina selama 1200 tahun belakangan.

Tapi penerusnya, Presiden Ronald Reagan, terbukti lebih buta lagi terhadap prespektif Islam. Sebagaimana Carter, Reagan suka sekali menggambarkan dirinya sebagai seorang yang pecinta damai. Tapi kontribusinya terhadap upaya penciptaan perdamaian adalah dengan mengadakan pengeboman brutal terhadap Libya pada tahun 1986, yang telah membunuh 71 orang Libya. Reagan juga menjelaskan bahwa dia tidak mendukung adanya negara Palestina yang merdeka.

Secara khusus, Pertempuran Hittin, yang dimenangkan Saladin secara telak dan membuat Yerusalem kembali ke pangkuan orang Muslim, telah menjadi sesuatu yang penting bagi kaum Muslim dan juga orang Yahudi (Israel) saat ini. Orang Muslim menjadikan peristiwa sebagai penyemangat untuk mengusir orang-orang Yahudi yang telah menginjak-injak Masjid Al-Aqsha dengan biadab. Para penyair dan pemimpin Muslim menyerukan untuk bangkitnya Saladin-Saladin baru yang akan mengusir kaum Yahudi dari Palestina dan Al-Aqsha. Sedangkan orang-orang Israel melihat adanya kemiripan yang amat kuat antara situasi sekarang ini dengan situasi yang dihadapi oleh kaum Kristen pada hari-hari menjelang pertempuran Hittin. Sebagian besar orang Israel begitu bersemangat dalam semangat religius mereka yang memusuhi Islam, dan juga tercerai-berai persis seperti kaum Kristen di Kerajaan Yerusalem. Mereka juga melihat kaum religius membangkitkan pemikiran-pemikiran fanatik yang menganggap Islam haruslah dibasmi, serupa dengan situasi di masa Kerajaan Yerusalem.

*** *** ***

Kisah perang salib ini sudah seharusnya menyadarkan kaum Muslim, khususnya di Indonesia yang banyak tidak mengetahuinya, untuk tetap beristiqomah untuk menegakkan kalimat Allah di bumi Allah ini. Perdamaian di bumi Palestina hanya akan terjadi jika negara Israel bubar dan orang-orang Yahudi dan salibis angkat kaki dari Palestina, seperti halnya di jaman Saladin dan Nuruddin. Mereka hanya bisa diusir dengan jihad, yang merupakan puncak agama. Sekali lagi, ini adalah saduran dari buku Perang Suci yang ditulis oleh seorang sejarahwan yang telah terbukti obyektifitasnya.

Semoga Allah memenangkan kaum Muslim di Palestina sebagaimana Allah memenangkan Saladin dan pasukannya di Pertempuran Hittin. Amin.