KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 30)

Posted on Updated on


KISAH SULAIMAN AS DENGAN KERAJAANNYA YANG AGUNG

Setelah nabi Daud as meninggal, kini kekuasaan berpindah di tangan Sulaiman. Daud meninggalkan sebuah kerajaan besar dengan militer yang sulit terkalahkan. Ini karena karunia Allah, yang memberikan mukjizat kepada Nabi Daud sehingga bisa menaklukan besi, yang kemudian besi-besi ini diolah menjadi peralatan militer yang sangat canggih di jamannya. Dan sekarang, militer yang kuat ini ada di genggaman Sulaiman.

Di masa Sulaiman as inilah Bani Israil mencapai masa keemasannya. Allah SWT menganugerahkan kerajaan hebat, kerajaan yang tidak akan pernah ada di masa sesudah Sulaiman. Ini menggambarkan, betapa agungnya kerajaan Sulaiman yang tidak akan mungkin bisa tertandingi oleh kerajaan atau negara manapun di masa modern ini.

Tak hanya kerajaan besar yang dianugerahkan Allah kepada Sulaiman. Allah juga menganugerahkan kemampuan memahami bahasa binatang. Jika Daud paham dengan bahasa burung, maka Sulaiman paham bahasa semua binatang. Sulaiman mampu mendegarkan bisikan semut, bahkan semut-semut itu patuh terhadap semua perintah Sulaiman.

Tentara warisan Daud as yang sudah superior, kini dibawah Sulaiman makin superior. Tentara Sulaiman tak hanya terdiri dari manusia saja, tapi juga binatang-binatang dan jin. Memerangi pasukan semacam itu jelas mustahil menang.

Selain jin, Allah swt juga menundukkan angin untuk Sulaiman. Seringkali angin dimanfaatkan untuk kepentingan Sulaiman. Di jaman itu, hanya tentara Sulaiman saja yang bisa terbang dengan memanfaatkan angin. Sulaiman-lah yang mempelopori adanya pasukan udara.

Tak hanya jin, Allah juga memberikan kemampuan Sulaiman untuk mengendalikan setan. Setan-setan itu diperintahkan Sulaiman untuk membangun istana, piring-piring raksasa, gedung-gedung, juga menyelam ke dasar lautan untuk mengambil mutiara dan batu-batu mulia lainnya.

Jika ada setan yang membangkang, maka setan itu akan dibelenggu sebagai bukti akan keagungan Sulaiman sebagai nabi Allah.

“Dan sebagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhan-nya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan padanya azab neraka yang apinya menyala-nyala. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung, dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam, dan periuk yang tetap (berada di atas tungku).” (QS. Saba : 12-13)

Meskipun dianguerahi kekuasaan yang begitu hebat, Sulaiman as tetaplah menjadi orang yang paling banyak bersyukur dan berzikir kepada Allah swt. Sepanjang hidupnya, hanya sekali beliau hampir ketinggalan waktu shalat. Itupun karena beliau sedang sibuk dengan persiapan perang yang amat sangat penting.

Saat itu, Sulaiman memeriksa kuda-kuda para perwira hingga waktu sholat Asar hampir habis, di mana hal itu sangatlah penting dalam peperangan ini. Ketika tersadar, Sulaiman langsung mengerjakan shalat dan bersujud kepada Allah. Beliau kemudian mengusap leher dan kaki kuda-kuda tersebut seraya memohon ampunan Allah karena persiapan jihad yang dilakukan hampir membuatnya tertinggal waktu shalat.

Mulai saat itu, Sulaiman as tak mau lagi menggunakan kuda untuk pasukannya. Maka Allah-pun menggantinya dengan angin yang mampu membawa Sulaiman dan pasukannya pergi kemana pun dikehendaki.

Pada suatu hari, Sulaiman memeriksa pasukannya. Semua pasukan, mulai pasukan manusia dan pasukan jin tampaknya tak ada yang salah. Ketika memeriksa pasukan burung, Sulaiman tidak melihat burung Hud-hud menempati posnya.

“Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, ‘Mengapa aku tidak melihat burung Hud-hud?’” (QS. N-Naml:20)

Burung-burung lain tidak ada yang berani menjawab. Sulaiman mengedarkan pandangan ke sluruh pasukan. Burung Hud-hud sepertinya tidak ada.

“Apakah dia yang termasuk yang tidak hadir?” (QS. An-Naml:20)

Seekor merpati kecil kemudian memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan Sulaiman.

“Wahai Nabi yang mulia, seharusnya Hud-hud kemarin bersamaku melakukan misi pengintaian. Dialah pemimpin misi ini. Tapi dia tidak muncul sehingga misi pun dibatalkan,” kata merpati kecil itu.

Mendengar itu, meledaklah kemarahan Sulaiman;

“Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang.” (QS. An-Naml:21)

Burung merpati kecil itu semakin menggigil ketakutan. Kemudian Sulaiman membelai kepala merpati kecil itu sehingga ketakutannya pun sirna seketika. Walau marah, Nabi Sulaiman tidak akan berbuat sewenang-wenang terhadap bawahannya.

Sulaiman kemudian kembali ke istana dengan pikiran penuh. Apakah Hud-hud pergi memata-matai sesuatu atau dia pergi bermain-main? Sulaiman tahu, Hud-hud adalah buruh yang cerdas, fasih berbicara namun sedikit nakal.

Beberapa saat kemudian, Hud-hud muncul. Burung-burung lain pun kemudian menyarankan untuk segera menghadap Sulaiman. Hud-hud kemudian terbang masuk istana untuk menghadap Sulaiman. Sebelum Sulaiman bertanya, Hud-hud berkata dulu untuk menunjukkan dia tidak bersalah;

“Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba’ suatu berita penting yang diyakini.” (QS. An-Naml: 22)

Sulaiman hanya diam. Kemudian Hud-hud berkata lagi;

“Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk.” (QS. An-Naml:26)

Hud-hud menyampaikan berita ini dengan sangat hati-hati dalam memilih kata-kata serta sejelas mungkin. Wanita yang dimaksudkan burung Hud-hud adalah ratu Bilqis. Kemudian Hud-hud berkata lagi;

“Agar mereka menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi, dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Tuhan yang mempunyai Arsy yang besar.” (QS. An-Naml:26)

Sambil tersenyum, Sulaiman kemudian berkata kepada Hud-hud;

“Akan kami lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS. An-Naml:27)

Sulaiman kemudian berpikir dalam diam. Akhirnya beliau mengambil keputusan. Diambilnya secarik kertas kemudian menulis sebuah surat. Selesai menulis, Sulaiman memberikannya kepada Hud-hud sambil berkata;

“Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan.” (QS. N-Naml:28)

Burung Hud-hud kemudian terbang melaksanakan perintah Sulaiman, mengantar surat Sulaiman kepada ratu Bilqis. Apa isi surat Sulaiman? Dan bagaimana reaksi ratu Bilqis menanggapi isi surat tersebut? Simak posting kisah nabi selanjutnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s