KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 29)

Posted on


KISAH DAUD AS TENTANG KEBIJAKSANAANYA

Nabi Daud as dikenal sebagai raja yang bijaksana. Nabi Daud as mempunyai anak yang nantinya akan jadi nabi juga, yaitu Sulaiman. Kisah ini terjadi ketika Sulaiman masih berumur sebelas tahun.

Begini kisahnya, suatu hari datang dua orang lelaki kepada Daud as dan Sulaiman. Dua orang lelaki itu adalah pemilik kebun dan pemilik kambing. Mereka berdua sedang berselisih dan menghadap aud untuk mencari keadilan.

“Baginda,” kata pemilik kebun, “Kebun anggur hamba yang siap panen rusak gara-gara kambingnya. Hamba ingin mendapatkan ganti rugi atas kerusakan ini,” semprot pamilik kebun sambil menunjuk-nunjuk ke pemilik kambing.

“Apa benar yang merusak kebun anggurnya adalah kambingmu?” tanya Daud kepada pemilik kambing.

“Benar, Baginda,” jawab pemilik kambing.

“Kalau begitu, aku putuskan bahwa pemilik kambing harus memberikan kambingnya ke pemilik kebun sebagai ganti rugi atas kerusakan kebun anggur tersebut.”

“Ayah, aku punya pendapat yang berbeda. Boleh aku sampaikan?” sela Sulaiman dengan tiba-tiba.

“Katakan saja, Anakku.”

“Seharusnya pemilik kambing ini mengambil kebun anggur itu yang kemudian harus ditanami dan diperbaiki hingga siap panen seperti semula. Sementara itu, pemilik kebun mengambil kambing agar dia bisa mengambil susu dan bulunya sampai kebun anggurnya siap panen. Setelah kebun anggur siap panen, kambing akan dikembalikan lagi ke pemiliknya.”

“Ini keputusan yang bijak, Anakku. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kebijaksanaan kepadamu, Nak.”

Daud, seorang raja yang mempunyai kekuasaan, ternyata masih mau membenarkan sebuah pendapat, walaupun muncul dari seorang anak kecil. Jika memang benar, siapapun yang mengatakannya, maka Daud pun pasti akan membenarkannya.

Ini adalah kisah yang lain lagi tentang kebijaksanaan. Sebagai raja, Daud mempunyai mihrab, sebuah tempat khusus untuk beribadah kepada Allah. Daud selalu memerintahkan ke pengawalnya untuk melarang siapa saja memasuki mihrabnya.

Namun pada suatu hari, Daud kaget ketika mendapati dua orang sedang di dalam mihrabnya. Bagaimana bisa mereka masuk ke mihrab ini?

“Jangan takut, Baginda. Hamba dan dia sedang berselisih,” kata salah seorang dari mereka.

“Apa persoalannya?” tanya Daud.

“Saudaraku ini mempunyai 99 kambing dan aku hanya punya satu ekor saja. Dia telah mengambil kambing-kambingku,” kata orang itu.

Tanpa mendengarkan dari pihak satunya, Daud langsung memutuskan sesuatu.

“Aku putuskan, dia sesungguhnya telah berbuat zalim karena telah meminta kambingnya,” kata Daud.

Tiba-tiba dua orang itu menghilang bagai asap. Akhirnya Daud mengerti bahwa kedua orang itu adalah malaikat yang diutus Allah untuk mengajarkan sesuatu ke Daud. Sebuah pelajaran yang mengajarkan bahwa jangan memutuskan sebuah persoalan di antara dua orang yang bersengketa tanpa mendengarkan pernyataan kedua pihak. Mungkin istilah modern yang tepat untuk pelajaran ini adalah, cover both side.

Tak hanya kebijaksanaannya, Daud juga dikenal sebagai hamba yang sangat taat. Daud sangat rajin dalam berpuasa, bahkan puasa Nabi Daud pernah disabdakan Rasulullah SAW.

“Puasa yang paling utama adalah puasa Daud. Kala itu dia berpuasa satu hari dan tidak berpuasa pada hari berikutnya. Dia juga membaca Zabur dengan tijuh puluh suara. Selain itu, dia mengkhususkan satu rakaat setiap malamnya untuk menangis. Karena tangisannya, segala sesuatu akan ikut menangis, dan dengan suaranya orang-orang yang gelisah atau bingung bisa sembuh.”

 

Sebagaimana dikisahkan oleh riwayat-riwayat, Daud wafat dengan tiba-tiba. Jenazahnya diarak oleh 40 ribu pendeta dan ribuan orang lainnya. Terik matahari yang panas membuat ribuan orang ini kepanasan. Sulaiman kemudian memanggil burung-burung dan berkata, “Payungilah Daud.”

Maka ribuan burung terbang di atas dan samping mereka sehingga langit terlihat gelap dan angin samasekali tidak bisa berhembus. Sulaiman berkata lagi ke burung-burung itu, “Lindungi orang-orang dari terik matahari, dan menyingkirlah dari sisi angin.”

Burung-burung pun mematuhi perintah Sulaiman. Itu adalah kali pertama Bani Israil menyaksikan kekuasaan Raja Sulaiman yang termasyur.

One thought on “KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 29)

    Anonim said:
    Juni 29, 2014 pukul 9:36 am

    terimakasih,semga bemanfaatdan tecatat sebagai amal ibdat yg di terima Allah yg maha hebat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s