KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 27)

Posted on


NABI-NABI BANI ISRAIL SETELAH MUSA

Dari sekian banyak pengikut Musa yang kebingungan, hanya ada dua orang saja yang mampu keluar dari kebingungan. Para ahli tafsir mengatakan bahwa sala seorangnya bernama Yusya’ (Yosea) ibn Nun.

Yusya’ adalah murid Musa dalam kisah Musa dan Khidir. Beliau kini adalah seorang nabi sekaligus panglima perang yang memimpin kaumnya menuju tanah yang telah diperintahkan Allah untuk memasukinya. Yusya’ mengajak Bani Israil keluar dari tempat yang membingungkan lalu berangkat ke tanah suci.

Hingga kemudian mereka telah sampai di sebuah kota yang mempunyai benteng yang kuat bernama Ariha (Jerikho). Benteng itu mempunyai tembok yang paling tinggi dan penduduk yang paling banyak.

Yusya’ mengepung kota itu hingga kemudian Yusya berhasil meruntuhkan tembok benteng dengan membunyikan terompet-terompet tanduk domba. Dinding-dinding benteng kemudian retak dan roboh seketika. Yusya’ memanfaatkan kekuatan suara sebagai senjata. Getaran yang ditimbulkan terompet ternyata mampu merobohkan benteng terkuat sekalipun.

Kita tidak tahu, apakah Allah menurunkan wahyu kepada Yusya’ untuk menghancurkan benteng dengan terompet tanduk domba, atau memang ini adalah bukti kejeniusan Yusya’. Selama 6 bulan terus-menerus, Yusya’ dan anak buahnya membunyikan terompet hingga akhirnya mereka dikejutkan dengan runtuhnya tembok benteng.

Setelah benteng runtuh, Allah memerintahkan Bani Israel untuk memasuki kota dengan bersujud atau ruku’. Ini adalah ungkapan rasa syukur karena telah menaklukan benteng kuat ini. Namun Bani Israel menentang perintah itu. Mereka masuk Jerikho justru dengan sikap sombong. Akhirnya mereka tertimpa azab. Jika keburukan yang telah dilakukan orang tua mereka adalah menghinakan diri, maka keburukan yang mereka lakukan adalah menyombongkan diri.

“Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israel), ‘Diamlah di negeri ini saja (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil bumi)nya di mana saja kamu kehendaki.’ Dan katakanlah, ‘Bebaskanlah kami dari dosa kami dan masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk, niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu.’ Kelak akan kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik. Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka, maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka.” (QS. Al-A’raf : 161-162)

Kejahatan Bani Israel tidak berhenti di situ saja. Sepeninggal Musa, mereka banyak menyiksa rasul-rasul yang diutus. Di tangan mereka Taurat berubah menjadi kertas-kertas yang telah diedit. Sebagian benar adanya, tapi sebagian banyak yang dihilangkan.

Bani Israel menyimpan tabut perjanjian, sebuah peti yang berisi warisan peninggalan Musa dan Harun. Ada yang mengatakan isi tabut itu adalah lembaran-lembaran Taurat yang selamat dari perjalanan jaman. Tabut itu memberi berkah pada mereka. Tabut itu membuat mereka teguh dan tenang sehingga mereka menang dalam perang-perang mereka. Ketika mereka mulai menganiaya dirinya sendirinya dengan menarik Taurat dari hati sendiri, maka lembaran-lembaran itu sudah tidak ada gunanya lagi. Akhirnya, tabut itu hilang saat mereka berperang dan mereka kalah dalam perang tersebut.

Kondisi Bani Israel makin lama makin memprihatinkan karena dosa yang dilakukan dan sikap kepala batu mereka ditambah kezaliman mereka pada diri mereka sendiri. Tahun berganti tahun, dan mereka semakin membutuhkan kehadiran seorang nabi baru yang bisa mengentaskan dari kehinaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s