KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 22)

Posted on


QARUN
Kisah Qarun sebenarnya cukup populer di kalangan umat Islam. Dia adalah orang yang amat kaya. Konon, kunci-kunci kamar yang digunakan untuk menyimpan harta tidak mampu mampu diangkat oleh beberapa lelaki bertubuh kekar. Bayangkan, itu hanya kuncinya saja, belum hartanya. Dapat kita bayangkan betapa kayanya Qarun. Mungkin saja ini jauh lebih kaya daripada tokoh fiktif komik Gober Bebek yang biasa mandi uang.
Walaupun kaya, ternyata Qarun bukanlah seorang Mesir yang merupakan bangsa penguasa saat itu. Qarun adalah keturunan dari bangsa Bani Israil, bangsa yang tertindas di tanah Mesir. Namun kekayaannya yang luarbiasa ini membuat Qarun lebih dekat dengan kalangan pemerintahan Fir’aun daripada dengan kalangan Bani Israil.
Karena kekayaannya, Qarun pun menjadi sombong dan tidak mau mendengarkan nasihat orang lain. Tawanya yang begitu terdengar sombong menjadi begitu terkenal di kalangan orang Bani Israil. Keretanya yang mewah berlapis emas, begitu terkenal setelah kereta Fir’aun dan Haman. Beberapa orang berusaha menasihatinya agar tidak lupa akan kehidupan akhirat. Namun Qarun hanya memikirkan duniawinya saja. Seakan hartanya yang melimpah sudah cukup untuk membahagiakannya dan membeli surga. Dia menyangka bahwa harta yang datang karena kepandaiannya, bukan karena dari Allah.
Qarun juga merasa lebih baik daripada Musa yang miskin. Baginya, bagaimana dia tidak lebih mulia jika dibandingkan dengan Musa yang tidak punya satu pun perhiasan emas, sedangkan pelana kuda Qarun saja bertaburkan emas berlian?! Itulah pandangan Qarun. Benar-benar mirip dengan Fir’aun. Keduanya sama-sama merendahkan Nabi Allah Musa.
Dalam konflik Musa melawan Fir’aun yang makin memanas, Qarun jelas-jelas berpihak pada Fir’aun. Qarun berkampanye untuk menjelek-jelekan Musa di depan kaumnya sendiri, sehingga ada sebagian kaum Musa yang mulai membanding-bandingkan antara Musa dengan Qarun. Bahkan ada juga yang berpikir, “Jika Allah mencintai Musa, kenapa Dia menjadikan Musa miskin?”. Qarun terus beraksi dengan menuduh Musa tidak punya kesucian. Semakin jelas jika Qarun besekongkol dengan Fir’aun untuk menjatuhkan martabat Musa di depan pengikutnya sendiri.
Suatu hari, ketika Musa sedang di tengah-tengah kaumnya, tiba-tiba datang seorang pelacur yang menuduh Musa telah menidurinya sehari sebelumnya.
“Mengapa engkau menuduhku dengan tuduhan dusta seperti ini?” tanya Musa. Entah karena apa, mungkin karena pertolongan Allah, hati perempuan itu luluh. Perempuan itu kemudian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia bilang bahwa Qarun telah membayarnya untuk memfitnah Musa. Maka Musa pun mendoakan Qarun.
Suatu hari, Qarun keluar mengenakan segala macam perhiasan yang dimilikinya. Tiba-tiba tanah di bawahnya terbelah sehingga dia tenggelam bersama seluruh perhiasannya, berikut istana, harta benda, anak buah dan segala yang dipunyai Qarun. Al-Qur’an tidak menjelaskan di mana Qarun tenggelam. Tapi menurut mitos, Qarun tenggelam di propinsi Fayum, Mesir. Di sana ada danau yang dipercayai tempat tenggelamnya Qarun. Danau itu bernama danau Qarun.
Sekali lagi, kita belajar, mana yang haq dan mana yang bathil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s