KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 19)

Posted on


MASA MUDA MUSA AS

Dengan kehendak Allah, Musa akhirnya dibesarka di istana Fir’aun, istana yang merupakan pusat kekuatan dari sebuah negara adidaya saat itu, yang nantinya akan dihancurkan demi melaksanakan kehendak Allah. Musa mendapatkan pendidikan terbaik pada masa itu. Musa belajar berbagai hal dari guru-guru yang paling hebat. Jadilah Musa tumbuh di lingkungan istana musuhnya dan juga musuh Allah.

Musa sudah mengetahui bahwa dirinya bukanlah anak Fir’aun. Beliau tahu jika dirinya adalah anak dari seorang Bani Israil. Beliau juga tahu bagaimana kesewenang-wenangannya Fir’aun dan bawahannya terhadap orang-orang Bani Israil yang merupakan kaumnya. Kini beliau telah dewasa dan bukanlah kanak-kanak lagi. Tak hanya otaknya yang tumbuh cerdas, badannya pun kekar dengan otot-otot yang kuat.

Suatu hari Musa berjalan-jalan dan beliau melihat salah satu anak buah Fir’aun sedang berkelahi dengan lelaki Bani Israil. Lelaki Bani Israil itu adalah pihak yang lemah meminta tolong kepada Musa. Waktu itu Musa adalah anak muda yang mempunyai kekuatan fisik mengagumkan. Hanya dengan sekali pukul, anak buah Fir’aun yang sewenang-wenang pun mati terkapar. Sebenarnya tak ada maksud sama sekali untuk membunuhnya. Tapi apa daya, nasi sudah terlanjur jadi bubur.

Menyadari kesalahannya, Musa kemudian berdoa memohon ampunan Allah, “Ini adalah perbuatan setan, sesungguhnya setan itu musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya). Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri. Oleh karena itu, ampunilah aku”. Allah kemudian mengampuninya, “Sesungguhnya Allah-lah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Setelah kejadian ini Musa berjanji untuk tidak membela dan turut campur dalam pertengkaran.

Tapi janji ini hampir saja dilanggar oleh Musa. Suatu hari, Musa mendengar lagi suara minta tolong. Ternyata yang berteriak minta tolong adalah lelaki Bani Israil yang pernah ditolong Musa tersebut. Masih seperti yang dulu, lelaki Israel ini terlibat lagi perkelahian dengan orang Mesir. Musa tahu kalau orang Israel ini adalah biang kerok. Dia suka sekali memulai keributan. Musa pun berteriak padanya, “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)”.

Setelah berteriak, Musa menghampiri keduanya. Tangannya hendak memukul orang Mesir. Orang Israel merasa, setelah orang Mesir dia juga akan mendapatkan bogem mentah Musa juga. Orang Israel itu meminta belas kasihan dan berkata, “Hai Musa, apakah kamu hendak membunuhku, sebagaimana kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari rang-orang yang mengadakan perdamaian.”

Orang Mesir yang sedang bertengkar dengan orang Israel akhirnya tahu bahwa yang membunuh serdadu Fir’aun adalah Musa. Sebelumnya penyelidik kerajaan sudah merasa putus asa untuk mengungkap kasus pembunuhan ini. Tanpa pikir panjang, orang Mesir ini melaporkan apa yang dia dengar ke pihak Fir’aun. Dengan begitu terungkaplah rahasia yang disembunyikan Musa. Tak lama, datang seorang penduduk Mesir yang telah beriman. Orang itu berbisik kepada Musa bahwa Fir’aun dan anak buahnya saat ini mulai memburu dirinya untuk dibunuh. Dia menyarankan Musa untuk segera meninggalkan Mesir.

Musa kemudian pergi meninggalkan Mesir. Untuk menghindari pengejaran, beliau memilih jalan yang jarang dilewati orang-orang. Melewati padang pasir yang tandus dan panas. Tanpa bekal, teman dan tunggangan, Musa terus saja berjalan hingga sampailah dia di daerah yang bernama Madyan. Musa kemudian beristirahat di dekat sumur yang biasa digunakan untuk memberikan minum ternak.

Tak lama muncul beberapa penggembala yang akan memberikan minum ternaknya. Di antara para penggembala ini, terlihat dua orang gadis cantik yang juga menggembalakan ternaknya. Mereka berdua terlihat kewalahan mengatur hewan ternaknya. Seperti mendapatkan ide, Musa lalu mendekati kedua gadis itu dan bertanya, “Apa yang bisa saya bantu?”

“Kami sedang menunggu para penggembala lain selesai memberikan minum pada ternaknya. Setelah itu barulah kami memberikan minum pada ternak kami,” kata salah satu gadis itu.

“Mengapa kalian tidak memberikan minum sekarang saja?” tanya Musa.

“Kami tak akan menang berebut air dengan para lelaki itu,” kata salah satu gadis itu.

“Mengapa gadis secantik kalian harus menggembalakan ternak?” tanya Musa.

“Ayah kami sudah tua. Kondisinya tidak memungkinkan untuk keluar rumah setiap hari untuk menggembalakan kambing setiap hari,” jawab mereka.

“Kalau begitu, biarlah aku bantu memberikan minum pada ternak kalian,” kata Musa pada akhirnya.

Musa kemudian pergi sumur itu dan mendapatinya telah ditutup oleh batu besar yang hanya bisa diangkat oleh sepuluh orang. Dengan kekuatan penuh, Musa berhasil mengangkat batu itu lalu mengambil air. Setelah selesai, batu besar itu kemudian kembali diletakkan menutupi sumur. Akhirnya ternak kedua gadis itu bisa minum air tanpa perlu menunggu lebih lama. Setelah selesai, kedua gadis pun pulang bersama ternaknya yang telah puas minum. Sedangkan Musa beristirahat di area sumur tersebut dengan perut keroncongan.

Sesampainya di rumah, ayah kedua gadis itu heran, tumben kedua anak gadisnya pulang lebih cepat. Gadis yang lebih tua kemudian menjawab, “Hari ini kami beruntung, Ayah. Kami bertemu dengan lelaki baik hati, yang mau membantu kami untuk mengambilkan air minum ternak kita.” Gadis yang lebih muda menambahkan, “Walaupun dia sangat kuat, sepertinya dia sangat kelelahan. Mungkin karena dia telah menempuh perjalanan jauh dan kelaparan.”

“Temuilah dia dan katakan padanya, ‘Sesungguhnya bapakku memanggilmu agar dia memberi balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami’,” kata ayah mereka.

Dengan jantung berdegup, salah satu gadis memanggil Musa dan menyampaikan pesan ayahnya. Dalam hati yang terdalam, sama sekali tidak terbersit untuk mengharapkan imbalan. Pertolongan itu dilakukan Musa dengan ikhlas. Tapi akhirnya, Musa pun kemudian beranjak untuk memenuhi undangan itu.

Gadis itu berjalan di depan Musa. Ketika angin bertiup lebih kencang menerpa gaun gadis itu, Musa kemudian menundukkan pandangannya sambil berkata, “Biarlah aku berjalan di depanmu. Tunjukkan saja jalannya.”

Akhirnya mereka tiba di rumah kedua gadis dan ayahnya. Ayah gadis ini sudah berumur tua dan orang yang saleh. Dia menyuguhkan makanan untuk Musa sambi bertanya tujuan Musa. Musa lalu menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Orang tua itu lalu berkata, “Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari oran-orang zalim itu. Negeri ini tidak termasuk kekuasaannya Mesir. Mereka tidak akan menyusulmu ke sini.”

Maka legalah hati Musa. Dengan setengah berbisik, salah satu gadis itu kemudian berkata kepada ayahnya, “Wahai bapakku, ambillah dia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

“Darimana kau tahu dia orang yang kuat?” tanya ayahnya.

“Dia sendirian sanggup mengangkat batu yang hanya bisa diangkat oleh sepuluh orang,” kata gadis itu.

“Lalu, darimana kau tahu dia adalah orang yang bisa dipercaya?” tanya ayahnya.

“Dia menolak berjalan di belakangku dan memilih berjalan di depanku sehingga tidak melihatku berjalan di depannya. Selain itu, sewaktu aku bicara, dia selalu menundukkan kepalanya sebagai tanda dia adalah lelaki yang sopan dan memiliki rasa malu.”

Kemudian orang tua itu menghampiri Musa dan berkata, “Wahai Musa, aku hendak menikahkanmu dengan salah satu anak gadisku asal engkau mau menggembalakan ternakku selama delapan tahun. Jika engkau mau menambah dua tahun lagi, maka semuanya terserah padamu. Aku tidak akan merepotkanmu, dan insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik.”

Musa menjawab, “Ini adalah kesepakatan kita berdua. Biarlah Allah yang menjadi saksi kesepakatan kita ini. Entah aku akan bekerja 8 tahun atau 10 tahun, yang jelas setelah itu aku boleh pergi.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s