KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 18)

Posted on Updated on


KISAH BAYI MUSA DAN SUNGAI NIL

Setelah Yusuf sukses menjadi pemimpin Mesir, Ya’qub as atau yang sering disebut sebagai Israel, menetap di Mesir bersama Yusuf, anaknya tercinta. Saudara-saudara Yusuf juga pindah ke Mesir beserta semua anak keturunannya. Anak keturunan Ya’qub ini kemudian dikenal sebagai bangsa Israel atau Bani Israel.

Selama menjadi penguasa Mesir, Yusuf as berhasil mengubah negeri itu menjadi negeri yang mengesakan Allah. Ketika Yusuf as meninggal, secara perlahan Mesir berubah menjadi negeri kafir, dari mengesakan Allah menjadi negeri yang menyembah banyak tuhan atau politheisme. Hingga akhirnya Mesir diperintah oleh Fir’aun, seorang penguasa yang menganggap dirinya sebagai tuhan.

Fir’aun adalah tipikal pemimpin yang diktator yang kejam. Dia mau melakukan apa saja untuk melindungi kekuasaannya. Memang banyak tuhan dalam sistem politheisme ini, tapi semua tuhan ini kalah kedudukannya dengan Fir’aun. Hal itulah yang terjadi dalam masa pemerintahan Fir’aun saat itu. Semua orang takut kepada Fir’aun dan mereka mematuhi apapun perintahnya, perintah yang paling tidak masuk akal sekalipun.

Sedangkan keturunan Ya’qub, sedikit demi sedikit juga mulai meninggalkan agama Tauhid. Mereka juga mulai menyembah Fir’aun dan juga tuhan-tuhan yang lain. Orang-orang Israel ini ditindas oleh Fir’aun dan banyak dari mereka menjadi budak-budak untuk peradaban yang paling maju saat itu. Walau tertindas, jumlah orang Israel ini makin lama makin banyak dan makin kuat. Fir’aun mulai menganggap orang-orang Israel ini adalah sebuah ancaman.

Suatu hari, muncul sebuah kabar di kalangan orang Israel bahwa salah satu keturunan orang Israel ini akan menurunkan Fir’aun dari singgasananya. Entah ini benar atau sekedar mimpi omong kosong kaum tertindas, yang jelas kabar ini sampai di telinga Fir’aun. Mendengar kabar itu, Fir’aun mengeluarkan sebuah perintah yang ganjil, yaitu membunuh semua bayi lelaki Israel. Mendengar perintah itu, para penasehat ekonomi mengingatkan Fir’aun bahwa tenaga dari bangsa Israel ini masih diperlukan untuk pembangunan Mesir. Dengan adanya pembantaian bayi ini, akan ada ketidakseimbangan dalam piramida penduduk bangsa Israel. Akibatnya, dalam jangka panjang Mesir akan kekurangan tenaga kerja kasar atau budak. Jika itu sampai terjadi, maka ekonomi Mesir akan berhenti.

Fir’aun kemudian memutuskan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang lahir dalam satu tahun dan kemudian membiarkan hidup yang lahir pada satu tahun berikutnya. Begitu terus, berselang-seling.

Musa as dan Harun as adalah saudara sekandung. Ibunda Musa melahirkan Harun pada tahun semua bayi laki-laki dibiarkan hidup. Jadi Harun selamat dari pembantaian. Tapi tidak begitu dengan Musa. Kebetulan Musa lahir pada tahun di mana seluruh bayi laki-laki harus dibunuh. Kelahiran Musa ini membuat sang ibunda ketakutan luar biasa. Naluri keibuannya menginginkan keselamatan bayinya, seperti halnya Harun. Hingga Allah pun menurunkan ilham kepada sang ibunda sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an ;

“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, ‘Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya, maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan jangan (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan megembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para Rasul’.” (QS. Al-Qashas : 7)

Begitu mendapat ilham tersebut, ibunda Musa langsung menurutinya tanpa ragu. Dia menyusui Musa lalu menaruhnya ke dalam peti kecil dan menghanyutkannya di sungai Nil. Sebagai seorang ibu, ini adalah sebuah perpisahan yang berat. Tapi dia yakin akan janji Allah yang pasti akan ditepati.

Begitu kotak itu menyentuh air, Allah memerintahkan air sungai untuk mengalir dengan tenang sebagaimana Allah memerintahkan api untuk menjadi dingin ketika membakar Ibrahim as. Air sungai ini juga menaati perintah Allah dan mengalir tenang, mengantarkan calon nabi hingga sampai di istana Fir’aun. Di sana kotak kecil itu kemudian dititipkan pada tepian sungai.

Angin sepoi berhembus pelan, membisikkan pada rerumputan, memberitahu bahwa Musa calon nabi besar sedang berbaring di dalam kotak itu. Musa masih saja tertidur dengan lelap dan samasekali tidak terganggu dengan perjalanannya ini.

Pagi itu, mentari bersinar cerah. Ditemani oleh para dayangnya, istri Fir’aun berjalan-jalan di tepian Nil yang membelah istananya. Istri Fir’aun mempunyai sifat yang berbeda dengan suaminya. Jika Fir’aun kejam, maka istrinya adalah seorang penyayang. Jika Fir’aun otoriter, maka istrinya ini lemah lembut. Walaupun mempunyai sifat yang bertentangan, Fir’aun menuruti semua kemauan istrinya.

Ketika sedang berjalan, tiba-tiba salah satu dayang melihat kotak yang terdampar di pinggir sungai. Diambilnya kotak tersebut dan diberikan kepada istri Fir’aun tanpa berani membukanya. Ketika dibuka, istri Fir’aun itu kaget melihat bayi yang tertidur tenang. Istri Fir’aun langsung jatuh cinta terhadap bayi itu. Fir’aun dan istrinya memang belum mempunyai anak, sehingga wajar kalau istri Fir’aun ini langsung ingin mengadopsi bayi Musa.

Mendengar ini, Fir’aun awalnya tidak setuju. Ini jelas-jelas bayi kaum Bani Israil yang harusnya dibunuh tahun ini. Tapi Fir’aun kalah dengan rengekan istrinya sehingga bayi Musa pun diadopsi.

Kini bayi Musa telah aman dari pembantaian Fir’aun. Tapi masalah masih menghadang. Bayi Musa tidak mau minum susu. Beberapa wanita yang menyusui diperintahkan untuk memberikan susunya ke bayi Musa. Tapi bayi Musa menolaknya. Sang ibunda Musa mendengar hal ini lalu mengajukan diri untuk mencoba mensusuinya. Tanpa disangka, bayi Musa mau minum susu dari Ibunda. Semua orang di istana akhirnya lega. Istri Fir’aun kemudian menyerahkan bayi Musa untuk disusui dengan perjanjian setelah bayi Musa sudah tidak membutuhkan ASI lagi, maka Musa harus dikembalikan ke istana.

Ternyata janji Allah benar adanya. Bayi itu kemudian kembali ke pelukannya tanpa harus merasa khawatir untuk dibunuh oleh penguasa lalim Fir’aun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s