KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 15)

Posted on


NABI ILYAS AS.

Allah swt berfirman dalam Al-Qur’an;

“Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang Rasul-rasul. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu tidak bertakwa. Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, (yaitu) Alah, Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’. Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian, (yaitu), ‘Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas. ‘Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-haba Kami yang beriman. (QS. Ash-Shaffat : 123-132)

Ayat-ayat ini merupakan satu-satunya ayat yang menceritakan tentang Ilyas as. Menurut beberapa sumber, Ilyas adalah seorang nabi yang disebut dalam kitab Taurat. Hanya saja namanya adalah Elia. Injil Barnabas juga menyebutnya sebagai Elia.

NABI IDRIS AS.

Kita tidak mengetahui dengan pasti kapan Idris as. hidup, siapa kaumnya dan bagaimana Allah mengangkat beliau ke martabat yang lebih tinggi. Ada sebuah mitos yang mengatakan beliau adalah Osiris, seorang pahlawan dalam mitos kuno Mesir. Konon dia adalah dewa yang dibunuh oleh saudaranya sendiri yang bernama Set. Selanjutnya istrinya, Isis, menghidupkannya kembali. Sayangnya, itu adalah sumber yang masih diragukan kebenarannya. Yang jelas Al-Qur’an tak menjelaskan seperti itu. Al-Qur’an hanya sedikit menyebut Idris as. sebagai berikut;

“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang telah disebutkan) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam : 56-57)

NABI ILYASA’ AS.

Dari sekian banyak nabi Allah, ada salah satu nabi yang dipuja-puja tetapi kisahnya tidak disebutkan. Dia adalah Nabi Ilyasa’ as.

“Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq, dan Ya’qub, yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah menyucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi, yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik. Dan ingatlah akan Isma’il, Ilyasa’ dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (QS. Shad : 45-48)

Kemungkinan Ilyasa’ as dalam Taurat disebut sebagai Yusya’. Sedangkan di Injil Barnabas disebut Ilyasa’ bisa menghidupkan orang mati sebagai mukjizat yang diberikan Allah kepadanya.

NABI DZULKIFLI AS

Allah menganugerahkan rahmat-Nya yang tak terkira kepada nabi Dzulkifli as. Dia memujinya sebagai seorang habanya yang sabar. Allah menyebutnya bersama Isma’il dan Idris.

“Dan (ingatlah kisah) Isma’il, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh.” (QS. Al-Anbiya : 85-86)

Konon beliau diutus kepada kaumnya untuk menegakkan keadilan di antara kaumnya serta membantu semua urusan mereka. Beiau melaksanakan tugas itu dengan baik sehingga beliau dijuluki sebagai ‘Dzulkifli’, yang berarti orang yang mengurus keperluan orang lain.

Namanya memang lekat sekali dengan mitos-mitos, tapi Al-Qur’an sendiri hanya menyebut namanya dan memujanya tanpa menyebutkan kisahnya.

NABI-NABI KAUM YASIN

Dalam surah Yasin, Allah swt berfirman,

“Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka; (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) ketiga. Maka ketiga utusan itu kemudian berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.’ Mereka menjawab, ‘Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatu pun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka.’ Mereka berkata, ‘Tuhan kami lebih mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas.’ Mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami.’ Utusan-utusan itu berkata, ‘Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam kami)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas’.” (QS. Yasin : 13-19)

Dalam surah di atas, Allah swt menceritakan tentang tiga orang nabi tanpa menyebutkan nama nabi dan juga nama kaumnya. Yang jelas, kaum itu tidak percaya terhada dua nabi dan kemudian Allah mengirim satu nabi lagi. Namun kaum ini masih saja dalam kekafirannya. Mereka mendustai utusan Allah.

“Dan datanglah dari jung kota seorang laki-laki (Habib an-Najjar). Dengan terburu-buru dia berkata, ‘Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu, ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat pentunjuk. Mengapa aku tidak menyembah (Ilah) yang telah menciptakanku dan hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan? Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafa’at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanmu. Sesungguhnya aku kalau begitu pasti dalam kesesatan yang nyata. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku’.” (QS. Yasin : 20-25)

Datanglah seorang laki-laki dari ujung kota dengan terburu-buru. Dia datang dengan hati terbuka untuk menerima kebenaran. Dia adalah satu-satunya yang beriman kepada tiga nabi ini. Tak berselang lama setelah menyatakan keimanannya, laki-laki ini kemudian dibunuh oleh kaumnya. Begitu lelaki ini menghembuskan napas terakhirnya, turunlah perintah Allah;

“Dikatakan (kepadanya), ‘Masuklah ke surga.’ Dia berkata, ‘Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui, apa yang menyebabkan Tuhanku memberikan ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan’.” (QS. Yasin : 26-27)

One thought on “KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 15)

    Anonim said:
    Maret 4, 2010 pukul 9:36 am

    xxcvxcfvcxvcv

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s