KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 12)

Posted on


YUSUF AS MENAFSIRKAN MIMPI

Mereka akhirnya memutuskan untuk menghukum Yusuf atas kesalahan yang tak jelas dan tak pernah dilakukannya, walaupun semua bukti mengarahkan bahwa Yusuf tidak bersalah atas apapun, kecuali jika ketampanan wajahnya itu dianggap sebagai sebuah kesalahan. Para pembesar kerajaan gagal untuk mengekang nafsu para istrinya sehingga perlu sebuah tindakan ngawur, yaitu memenjarakan orang yang membuat istri-istri mereka tergila-gila.

Yusuf as masuk penjara dengan perasaan tenang dan bahagia karena bisa lolos dari rayuan Zulaikha, para istri pejabat dan juga gunjingan-gunjingan. Bagi Yusuf, penjara adalah tempat yang tenang, tempat dia bisa menyendiri dan berpikir tentang keagungan Allah. Kedamaian menyelimutinya. Insting pendengaran hatinya meningkat, dipenuhi cinta, kasih sayang dan juga wahyu.

Selama di penjara Yusuf bergaul dengan orang-orang tertindas dan ikut merasakan kesediahan mereka. Yusuf kemudian mengajak mereka untuk menyembah Allah semata. Sesungguhnya kezaliman yang diderita manusia memudahkan manusia untuk menerima petunjuk Allah.

Di dalam penjara Yusuf bertemu dengan pembuat roti kerajaan dan pelayan yang bertugas menuangkan arak sang raja. Suatu ketika pembuat roti bermimpi berada di suatu tempat, dan di atas kepalanya ada roti yang dimakan burung. Sedangkan pelayan raja bermimpi bahwa dirinya memberikan segelas arak pada raja. Mereka kemudian menceritakan mimpi mereka kepada Yusuf dan meminta Yusuf untuk menafsirkan mimpi tersebut. Yusuf kemudian berdoa kepada Allah.

Yusuf kemudian berkata bahwa pembuat roti akan disalib dan mati, sedangkan pelayan raja akan keluar dan kembali melayani raja. Yusuf kemudian berpesan ke pelayan raja untuk menceritakan pada raja jika keluar nanti bahwa di penjara ada Yusuf yang sedang dizalimi.

Apa yang dikatakan Yusuf benar-benar terjadi. Pembuat roti dihukum mati dan pelayan raja dibebaskan dan kembali melayani raja. Namun pelayan raja ini lupa akan pesan Yusuf kepada raja karena setan membuatnya lupa. Akibatnya Yusuf masih harus di dalam penjara hingga beberapa tahun lamanya.

Suatu hari raja bermimpi. Dalam mimpinya dia berdiri di tepi sungai, namun air sungainya surut sehingga terlihat lumpur di dasar sungai. Ikan-ikan melompat dan masuk ke lumpur sungai. Tiba-tiba dari sungai itu keluar tujuh sapi betina yang gemuk dan dibelakangnya menyusul tujuh sapi betina yang kurus. Tujuh sapi betina kurus itu kemudian menyerang sapi-sapi yang gemuk. Mereka mendadak menjadi ganas dan hendak memangsa sapi-sapi gemuk. Raja tergetar mendengar lenguh tujuh sapi gemuk yang ditelan oleh tujuh sapi kurus.Di tepi sungai itu tumbuh tujuh gandum yang hijau dan subur. Tujuh gandum itu kemudian lenyap ditelan lumpur dan muncul tujuh gandum yang kurus.

Sang raja bangun dari tidurnya dengan ketakutan. Dia lalu memanggil para penasihat kerajaan, para pembesar kerajaan dan juga para dukun peramal. Raja lalu menceritakan mimpinya dan meminta mereka untuk menafsirkan mimpinya.

Para penasehat kerajaan berkata, “Ini lucu. Bagaimana mungkin tujuh sapi kurus memakan tujuh sapi gemuk. Mimpi ini kosong dan tak bermakna.”

Sementara itu para dukun peramal berkata, “Barangkali Paduka terlalu banyak makan malam,” menyinggung masalah tujuh gandum yang subur dan kering. Mereka semua satu suara, mimpi sang raja tidak bermakna apa-apa. Tapi raja tidak yakin kalau mimpinya tak ada artinya. Ia yakin kalau mimpinya mempunyai arti dan tidak kosong.

Mendengar itu semua pelayan sang raja tiba-tiba teringat akan mimpinya sendiri ketika dipenjara. Dia juga kemudian ingat akan Yusuf.

“Sesungguhnya Yusuf adalah satu-satunya orang yang bisa menafsirkan mimpi Paduka. Dulu dia berpesan pada hamba untuk menceritakan tentang dirinya pada Paduka. Tapi, maaf Paduka, saya lupa,” kata pelayan kepada sang raja.

Sang raja kemudian memerintahkan untuk segera membebaskan Yusuf dari penjara. Pelayan segera bergegas untuk membebaskan Yusuf dari penjara. Mendengarkan permintaan raja, Yusuf tidak mensyaratkan untuk dibebaskan sebagai upah menafsirkan mimpi. Yusuf membantu dengan ikhlas. Yusuf kemudian mendengarkan uraian mimpi sang raja dari pelayan.

Yusuf kemudian berkata, “Selama tujuh tahun pertama, hasil bumi Mesir akan berlimpah ruah. Tapi selama tujuh tahun ini rakyat Mesir dilarang untuk hidup berfoya-foya karena tujuh tahun berikutnya adalah masa paceklik yang dahsyat. Rakyat Mesir hanya bisa mengandalkan simpanan makanan dalam gudang logistiknya. Dan cara menyimpan yang paling baik adalah menyimpan gandum berikut dengan tangkainya supaya tahan lama dan tak terpengaruh dengan cuaca.”

Kemudian Yusuf menambahkan bahwa ada masa satu tahun yang tidak termasuk dalam mimpi sang raja. Satu tahun itu penuh keberkahan. Seluruh rakyat Mesir sibuk mencangkul dan menanam buah-buahan. Pohon-pohon anggur tumbuh subur hingga mereka sibuk memeras anggur. Begitu juga dengan pohon zaitun. Masa itu tidak termasuk dalam penafsiran mimpi raja, tapi itu adalah pemberitahuan khusus Yusuf terhadap raja.

Pelayan kembali ke istana dan menyampaikan tafsir itu kepada raja. Mendengar tafsir itu raja bertanya-tanya, siapa orang ini? Mengapa dia mau memberi solusi jitu tanpa meminta apa-apa? Sang raja segera mengirim utusan untuk membebaskan Yusuf tanpa pelayan tersebut.

Sesampainya di penjara, utusan itu meminta Yusuf untuk keluar dari penjara dan segera menemui sang raja. Yusuf menolak dibebaskan kecuali kebenaran atas dirinya dibuktikan dulu.

“Raja berkata, ‘Bawalah dia kepadaku.’ Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf, ‘Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka’.” (QS. Yusuf : 50)

Utusan itu kembali ke istana dan menghadap raja.

“Mana Yusuf?” tanya raja.

“Masih di penjara, Paduka,” jawab utusan dengan muka tertunduk. Sang raja bangkit dari singgasananya.

“Bukankah aku perintahkan kamu untuk membawa Yusuf ke sini?” tanya raja dengan nada meninggi.

“Yusuf menolak keluar dari penjara sebelum kebenaran atas dirinya dibuktikan. Paduka Raja harus meninjau kembali masalah para istri pejabat yang terpotong-potong jarinya,” kata utusan.

“Kalau begitu, panggil semua istri pejabat itu dan hadirkan pula istri Al-Aziz sekarang juga!” perintah raja dengan tegas.

Dulu raja menganggap bahwa Yusuf adalah sumber dari masalah itu. Namun sebenarnya raja tidak mengetahui masalah itu secara mendalam. Dia hanya tahu sekilas. Tapi sekarang raja harus mengetahui masalah itu secara menyeluruh.

Tak lama para istri pejabat dan juga Zulaikha menghadap raja.

“Bagaimana cerita sebenarnya tentang Yusuf?” tanya raja kepada mereka.

“Dalam dirinya ada kesucian malaikat…” kata salah satu wanita dengan penuh kekaguman, “Kami tidak yakin kalau Yusuf melakukan kejahatan.”

Al-Qur’an menceritakan dialog ini sebagai berikut,

“Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), ‘Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?’ Mereka berkata, ‘Mahasempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan daripadanya.’ Berkata istri al-Aziz, ‘Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar.’ (Yusuf berkata), ‘Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat’.” (QS. Yusuf 51-52)

Sebuah kesaksian yang dibeberkan tanpa tedeng aling-aling, apa adanya. Al-Qur’an menggambarkan Zulaikha sangat menyesali apa yang dia lakukan terhadap Yusuf. Zulaikha juga selalu terkenang akan Yusuf yang tidak terbius samasekali dengan rayuan keindahan tubuhnya.

Jika kita renungkan ayat di atas, maka kita akan merasakan bahwa Zulaikha telah berpindah ke agama Yusuf, agama tauhid yang hanya menyembah Allah semata. Dihukumnya Yusuf mengubah Zulaikha begitu drastis. Zulaikha masih mencintai Yusuf. Cintanya seperti batu karang yang tak pernah goyah diterjang ombak. Walau orang dicintainya di dalam penjara dan tak pernah bertemu, Zulaikha tetap mencintainya.

Setelah itu tak ada lagi kisah tentang Zulaikha. Dalam legenda banyak sekali cerita tentang Zulaikha. Ada yang bilang, suami Zulaikha sudah meninggal dan kemudian dia menikah dengan Yusuf, ad juga legenda yang mengatakan kedua mata Zulaikha menjadi buta karena selalu menangisi Yusuf. Dan masih banyak legenda lainnya yang beredar. Tapi yang jelas, Al-Qur’an sama sekali tak menjelaskan bagaimana Zulaikha setelah memberikan kesaksiannya.

Yusuf kemudian menhadap raja. Raja mengajaknya berbicara dengan bahasanya, Yusuf pun menjawabnya dengan sopan. Lalu raja berbicara dengan bahasa yang lain, Yusuf menjawabnya dengan bahasa Arab.

“Bahasa siapa itu?” tanya raja.

“Bahasa yang dipakai Nabi Ismail, paman ayahku,” jawan Yusuf. Kemudian Yusuf berbicara dengan bahasa Ibrani.

“Bahasa apa itu?” tanya sang raja.

“Ini adalah bahasa ayah dan kakekku, Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq dan Nabi Ya’qub,” jawab Yusuf.

Raja terkagum-kagum dengan kecerdasan Yusuf. Mereka kemudian membicarakan mimpi raja. Yusuf menyarankan untuk membuat perencanaan yang matang, mengumpulkan bahan makanan dan mengisi gudang dengan stok makanan sebanyak-banyaknya. Hal itu untuk menghadapi masa paceklik tujuh tahun ke depan.

“Jika kukumpulkan seluruh penduduk Mesir, aku yakin rencana itu akan berhasil. Hanya saja tidak ada pejabat yang bisa aku percaya,” kata raja. Saat itu memang sifat amanah dan jujur sulit ditemukan di kalangan pejabat Mesir.

“Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir). Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan,” kata Yusuf.

Al-Qur’an tidak pernah menjelaskan secara tersurat, apakah raja mengangkat Yusuf menjadi bendaharawan. Tapi secara tersirat, sudah jelas kalau Yusuf akhirnya menjadi bendaharawan negara. Begitulah Allah mendudukan Yusuf as di bumi. Al-Qur’an menceritakan bahwa Yusuf as menjadi seorang pejabat yang jujur dan bijaksana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s