KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 11)

Posted on Updated on


KISAH YUSUF AS DAN ZULAIKHA

Setelah diceburkan ke dalam sumur, Yusuf ditinggalkan oleh saudara-saudaranya sendirian. Sumur itu ada airnya dan merupakan sumur yang diandalkan para musafir karena memang terletak di jalur para musafir lewat.

Sebuah kafilah menemukan Yusuf ketika akan mengambil air di sumur itu. Maka dibawalah Yusuf ke Mesir dan dijual sebagai budak dengan harga yang murah. Pembelinya adalah seorang pejabat teras Mesir yang mempunyai kedudukan sangat penting. Al-Qur’an menyebut orang ini sebagai Al-Aziz, penguasa agung.

Begitulah Allah menetapkan jalan hidup Yusuf. Yusuf dimuliakan dalam asuhan seorang pejabat penting Mesir. Oleh Al-Aziz Yusuf tidak dianggap sebagai budak tapi dianggap sebagai anak sendiri.

Hari-hari pun berlalu, dan Yusuf beranjak dewasa. Yusuf adalah orang yang rupawan. Wanita mana pun pasti akan terkagum-kagum akan wajahnya yang rupawan. Tak hanya itu, Yusuf juga dikaruniai kemampuan mengetahui hikmah di balik suatu kejadian dan juga ilmu tetntang alam dan keadaannya serta ilmu retorika yang mampu menundukkan hati orang yang mendengarnya.

“Dan tatkala dia cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi alasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Yusuf : 22)

Istri Al-Aziz bernama Zulaikha. Dia sering bersama Yusuf dan berbincang-bincang dengannya. Lama kelamaan Zulaikha mulai jatuh hati kepada Yusuf. Al-Qur’an menggambarkannya sebagai berikut,

“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, ‘Marilah ke sini.’ Yusuf berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.’ Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda dari Tuahnnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf : 23-24)

Al-Qura’an sama sekali tidak menyebutkan berapa umur Yusuf dan Zulaikha waktu itu. Yang jelas terlihat adalah Zulaikha digambarkan sebagai wanita yang agresif dan mungkin juga lebih tua daripada Yusuf. Selisih berapa tahun, waallahu alam.

Zulaikha yang terpikat, berusaha menggoda dan merayu Yusuf. Dia sudah sering merayunya tapi selalu gagal karena Yusuf sangat berpegang teguh dengan ketakwaannya. Tapi kali ini Zulaikha bertekad lebih kuat.

“Hatiku dipenuhi oleh cinta kepadamu saja. Engkau telah menjadi bagian napas yang setiap hari kuhirup. Aku tak bisa jauh darimu, aku sungguh mencintaimu..,” rayu Zulaikha.

Yusuf merasa Zulaikha mengajaknya berzina maka Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah. Allah telah memberiku kemuliaan dengan rumah semegah ini. Dan pemilik rumah juga memuliakan aku. Sungguh, aku akan mengkhianati kepercayaan ini jika aku menuruti rayuannya…” kata Yusuf.

Tangan Zulaikha berusaha merengkuh Yusuf. Wajah Yusuf pias karena malu dan berlari menghindar. Zulaikha mengejarnya dan tanggannya pun berhasil mencengkeram kuat baju Yusuf hingga sobek. Tiba-tiba pintu terbuka dan muncul Al-Aziz yang kaget setengah mati.

“Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita ini menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu.” (QS. Yusuf : 25)

Sebelum Al-Aziz mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Zulaikha mendahuluinya dengan menuduh Yusuf yang akan memperkosanya. Yusuf membela diri dan menyangkal tuduhan Zulaikha.

Al-Aziz berpikir keras, siapa yang telah berbohong. Apakah Yusuf yang ingin memperkosa? Atau malah sebaliknya? Salah satu kerabatnya lalu membuat kesimpulan, “Bukti siapa yang bersalah terdapat pada pakaian Yusuf. Jika pakaian Yusuf sobek di bagian depan, maka Yusuflah yang akan memperkosa Zulaikha…”

“Jika yang sobek di bagian belakang?” tanya Al-Aziz.

“Berarti Zulaikha yang memaksa Yusuf…” kata kerabat itu. Al-Aziz kemudian melihat pakaian itu dan jelas bahwa yang robek adalah bagian belakang. Al-Aziz lalu berkata pada Yusuf,

“(Hai) Yusuf, berpalinglah dari ini.” (QS. Yusuf : 29)

Al-Aziz menyuruh Yusuf untuk melupakan ini. Dia hanya menginginkan masalah ini terkubur rapat-rapat karena ini adalah masalah pribadi dan merupakan aib dari keluarga mereka. Namun rumah megah itu memiliki banyak budak, banyak pelayan dan juga banyak pengawal yang memungkinkan cerita ini bocor. Perlahan tapi pasti cerita ini mulai menyebar keluar, dari istana ke istana, dari pasar ke pasar, dan menjadi perbincangan di mana-mana.

“Dan wanita-wanita di kota berkata: istri Al-Aziz menggoda bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya), sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu adalah sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Yusuf : 30)

Akhirnya gosip itu pun sampai ke telinga Zulaikha. Seorang pelayannya memberitahu gosip itu.

“Seluruh kota membicarakan perselingkuhan Nyonya?” kata pelayan.

“Perselingkuhanku dengan siapa?” tanya Zulaikha.

“Dengan Yusuf, Nyonya.”

“Apa yang mereka katakan?”

“Mereka berkata Nyonya dalam kesesatan yang nyata..”

“Kesesatan?!? Siapa yang mengatakan itu?! Apa mereka belum pernah melihat Yusuf?? Apakah mereka tidak tahu ketampanan Yusuf??” kata Zulaikha dengan emosional.

“Tunjukkan padaku siapa saja yang menggunjingkan aku…” kata Zulaikha sambil memikirkan cara untuk membalas gunjingan itu.

***

Zulaikha mengundang wanita-wanita yang menggunjingkannya dalam acara makan malam yang mewah. Para wanita undangan itu, kebanyakan istri para pejabat, mulai berdatangan. Mereka kemudian makan jamuan itu tanpa satu orang pun membicarakan tentang Yusuf. Setelah mereka kenyang, disuguhkan buah-buahan sebagai makanan penutup dan juga disediakan pisau untuk mengupas dan memotong buah-buahan tersebut. Ketika mereka mulai mengupas buah-buahan, Zulaikha kemudian berkata, “Aku banyak mendengar tentang gosip bahwa aku berselingkuh dengan Yusuf.”

Suasana langsung tegang dan sunyi. Mereka saling memandang antar satu sama lain.

“Aku mengakui bahwa Yusuf adalah pemuda yang sangat tampan. Dan sangat mencintainya, dari dulu,” kata Zulaikha. Suasana pun kemudian mencair. Basa basi langsung beterbangan di meja makan itu. Zulaikha kemudian mengangkat tangan, menyuruh Yusuf untuk masuk ke ruangan.

Semua wanita yang ada di ruangan itu terbelalak kaget. Wajah Yusuf memancarkan cahaya ketampanan dan keindahan malaikat yang langka. Sorot matanya memancarkan ketulusan sehingga orang yang melihatnya mampu melihat sebuah alam yang penuh kasih sayang di dalamnya. Dalam kekaguman yang amat sangat, tanpa disadari, bukannya memotong buah para wanita itu malah menyayat tangan mereka sendiri. Kehadiran Yusuf telah membius mereka dari rasa sakit dan darah yang keluar.

“Itulah wajah yang membuatku jatuh cinta. Tidak kubantah bahwa akulah yang merayunya. Kini Yusuf telah menyihir kalian semua dan lihatlah tangan kalian yang terluka..” kata Zulaikha.

Melihat darah yang keluar, sebagai pelayan Yusuf buru-buru mengambil air hangat dan juga kain lembut untuk membalut luka para wanita itu.

“Sungguh, sudah cukup bagiku walau engkau hanya memandang tanganku, walaupun jari-jariku harus putus…” kata salah seorang tamu ketika Yusuf membalut luka di tangannya. Wanita-wanita lain pun mulai menyatakan kekagumannya dan juga mulai merayunya.

Yusuf terjebak dalam kepungan fitnah yang besar. Pada saat merasa terpojok dan ingin keluar dari ruangan itu, Yusuf berkata,

“Yusuf berkata, ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku’.” (QS. Yusuf : 33)

Allah mengabulkan doa Yusuf. Luka-luka para wanita itu kemudian terasa sakit dan Yusuf bisa segera meninggalkan ruangan itu. Berita tentang para istri pejabat yang menyayat tangannya sendiri karena terpesona oleh Yusuf kemudian menyebar dengan cepat ke semua kalangan. Semua orang ribut. Peristiwa ini pun kemudian diusut. Yusuf pun ditangkap dan dijebloskan dalam penjara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s