KISAH PARA NABI UNTUK ORANG DEWASA (BAG 10)

Posted on Updated on


DI ANTARA IBRAHIM AS DAN YUSUF AS

Sebagaimana kita ketahui, Ibrahim as adalah bapak dari para nabi yang dikenal oleh ketiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam). Ibrahim as mempunyai dua anak, yaitu Ismail as yang bertempat tinggal di jazirah Arab – yang nantinya menjadi kota Mekkah, dan juga Ishaq as yang kelahirannya telah diberitahukan kepada Ibrahim as oleh tiga malaikat.

Al-Qur’an hanya sekilas menceritakan Ishaq as. Sarah sangat bahagia dengan kelahiran Ishaq, bayi yang ditunggunya sejak lama. Kita tidak diceritakan bagaimana kehidupan Ishaq, tapi yang jelas Allah menyebutnya sebagai nabi yang saleh.

Ishaq as mempunyai anak, yaitu Ya’qub. Ya’qub adalah sebuah nama Yahudi dan memang beliau diutus untuk kaum Yahudi. Ya’qub mempunyai anak yang juga seorang nabi, yaitu Yusuf as yang juga dikenal sebagai nabi yang amat tampan.

YUSUF AS, ANAK KESAYANGAN YA’QUB AS

Kisah Yusuf disebutkan dalam Al-Qur’an dalam satu surah yang penuh dengan nama Yusuf sendiri. Sejarah turunnya surah ini adalah ketika Rasulullah SAW diminta oleh orang-orang Yahudi tentang kisah Yusuf, salah satu nabi dari kalangan Yahudi di masa lalu. Di kalangan Yahudi ketika jaman Rasulullah SAW, kisah Yusuf mengalami banyak distorsi sehingga jauh dari kebenaran. Di Al-Qur’an kisah Yusuf ini diceritakan secara mendetil.

Kisah Yusuf dimulai dari sebuah mimpi.

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku’.” (QS. Yusuf : 4)

Dan sang ayah, nabi Ya’qub as, menjawabnya,

“Hai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.” (QS. Yusuf : 5)

Ya’qub merasa melihat ada naluri kenabian pada Yusuf. Sebagian ulama berkata bahwa dengan mimpi itu Ya’qub merasa Yusuf telah terpilih untuk menjadi nabi-Nya.

Yusuf melaksanakan perintah ayahnya. Yusuf tidak menceritakan mimpinya ke saudara-saudaranya yang membencinya. Mereka merasa kasih sayang Ya’qub hanya tertuju ke Yusuf saja.

Walaupun Yusuf tidak menceritakan mimpinya, para saudaranya itu tetap saja merencanakan sesuatu yang keji kepada Yusuf. Mereka mendiskusikan hal ini tanpa sepengetahuan Yusuf dan adik bungsunya, Bunyamin.

“Mengapa cinta ayah kepada Yusuf lebih besar daripada ke kita?” tanya salah seorang.

“Barangkali karena ketampanannya,” jawab yang lain.

“Cinta ayah tak hanya ke Yusuf, tapi juga ke Bunyamin,” sahut yang lain lagi.

“Ayah kita benar-benar dalam kesesatan,” kata salah seorang dari mereka.

“Bunuh saja Yusuf!” usul yang lain.

“Jangan dibunuh. Kita buang saja dari negeri kita, negeri yang jauh dari sini,” sanggah yang lain.

“Kita buang saja ke sumur yang dilewati para saudagar. Salah satu saudagar pasti akan menemukannya lalu membawanya jauh dari sini sehingga hilang dari pandangan ayah. Tercapailah tujuan kita,” kata salah satu mereka.

Akhirnya disepakati, Yusuf tidak akan dibunuh. Yusuf hanya akan dibuang ke sumur sehingga bisa pergi jauh dari negeri mereka. Rencana jahat kemudian disusun dengan rapi. Mereka lalu menghadap ayahnya.

“Mereka berkata, ‘Wahai ayah kami, apa sebabnya kamu tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingini kebaikan baginya. Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti akan menjaganya.’ Berkata Ya’qub, ‘Sesungguhnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan srigala, sedang kamu lengah daripadanya.’ Mereka berkata, ‘Jika ia benar-benar dimakan srigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi’.” (QS. Yusuf : 11-14)

Mereka terus membujuk ayahnya agar mengizinkan Yusuf keluar bersama mereka.

“Apakah itu masuk akal? Kami ada sepuluh orang! Apakah kami akan membiarkannya sendirian, padahal jumlah kami banyak? Kami benar-benar menjadi lelaki bodoh jika terjadi sesuatu hal terhadap Yusuf,” kata mereka menyakinkan ayahnya.

Akhirnya Ya’qub menyerah. Keesokan harinya Yusuf dan saudara-saudaranya pergi ke padang pasir. Mereka berjalan ke tempat yang jauh dan melalui sumur yang sering dilalui oleh para saudagar. Dengan kejinya mereka melemparkan Yusuf ke dalam sumur itu.

Allah menurunkan wahyu-Nya kepada Yusuf. Diwahyukan bahwa Yusuf akan selamat dan nanti akan berjumpa mereka kembali di suatu saat.

Saudara-saudara Yusuf kembali pulang dan pura-pura menangis di depan ayahnya.

“Mengapa kalian menangis?” tanya Ya’qub.

Mereka menjawab sambil menangis kencang,

“Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan srigala; dan kamu sekali-kali tidak akan percaya kepada kami, sekalipun orang-orang yang benar.” (QS. Yusuf : 17)

Mereka membawa baju Yusuf utuh yang telah bersimbah darah. Mungkin darah kambing ataupun darah kijang yang mereka sembelih. Pakaian itu kemudian diberikan kepada Ya’qub. Ya’qub melihat baju itu dengan seksama.

“Srigala macam apa yang memakan Yusuf? Apa dia memakannya tanpa merobek-robek pakaiannya?” tanya Ya’qub curiga. Jika baju Yusuf ini tidak robek, mungkin saja Yusuf dimakan srigala ketika sedang tdak memakai baju. Tapi darimana darah itu? Bagaimana bisa ada darah di bajunya kalau begitu? Ya’qub kemudian menyimpulkan bahwa Yusuf tidak dimakan srigala. Ya’qub yakin kalau mereka berdusta.

“Ya’qub berkata, ‘Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan’.” (QS. Yusuf : 18)

Begitulah sikap seorang nabi. Beliau memohon kesabaran atas derita yang diterima dan beliau memohon pertolongan Allah atas perbuatan anak-anaknya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s