PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 7)

Posted on Updated on


MUNCULNYA SHALAHUDDIN AL-AYYUBI, PENGUSIR ORANG KRISTEN DARI AL QUDS

Pada tahun 1157, Nuruddin jatuh sakit yang cukup berat dan tak kunjung sembuh hingga dua tahun kemudian. Dalam sakitnya, Nuruddin merenungi kebijakan yang akan diambil. Nuruddin merasa bahwa ini adalah saat yang tepat untuk memulai jihad terbuka mengusir tentara salib dari bumi Islam. Para amirnya telah diberitahukan dan mengusulkan untuk merebut Antiokhia, tapi Nuruddin menolaknya. Seperti biasa, Nuruddin bersikap hati-hati dan penuh perhitungan. Dia tahu, ini belum saatnya untuk menyerang Yerusalem dan kota-kota sekitarnya. Manuel dari Byzantium baru saja menaklukan Anatolia dengan kekuatan militernya. Kemenangan Byzantium di utara ini memaksa Nuruddin untuk mencari front pertempuran yang lain, karena adalah tindakan yang konyol melawan Byzantium yang tengah kuat secara moral setelah penaklukan Anatolia. Jika pun menang, itu pasti diraih dengan sangat tidak mudah dengan risiko banyak kehilangan nyawa prajurit.

Tapi Nuruddin tak perlu menunggu lama, Mesir akan menjadi medan pertempuran yang akan membawa kemenangan gemilang dan menginspirasi generasi berikutnya. Pada tahun 1162, Raja Almaric dari Yerusalem menyerbu Mesir yang waktu itu berkhalifahkan Syiah. Secara tiba-tiba, Raja Almaric menyadari nilai strategis dari Mesir. Ini adalah kesempatan Nuruddin untuk berjihad melawan orang Kristen di front selain front utara yang tengah kuat setelah merebut Anatolia.

Khalifah Mesir mengirim surat bernada putus asa ke Nuruddin, memohon lebih banyak bantuan untuk melawan tentara Kristen Keerajaan Yerusalem di bawah Raja Almaric. Perjuangan melawan orang Kristen telah memasuki era baru. Dalam waktu singkat Almaric merebut Bilbays dan membantai seluruh penduduknya tanpa ampun. Sebelum ditaklukan, Kairo dibakar oleh penduduknya sendiri daripada dimanfaatkan oleh orang Kristen. Api menyala begitu hebat dan mengamuk selama 54 hari.

Keadaan menjadi begitu darurat. Nuruddin kemudian segera mengirim bantuan ke Mesir, menolong kaum muslimin dari kekejaman orang Kristen Yerusalem. Nuruddin mengirim Shirkuh, panglimanya yang brilian dan telah bertempur di Mesir dalam serangkaian operasi militer yang luarbiasa sukses selama enam tahun terakhir. Shirkuh adalah seorang panglima yang sangat dihormati dan dipuja oleh anak buahnya. Tanpa ragu, Shirkuh segera saja menyambut kesempatan ini dan berseru ke keponakannya, “Yusuf, segera kemasi barangmu! Kita akan berangkat!”

Yusuf amat berbeda dengan pamannya. Yusuf adalah seorang pemuda yang bertubuh kurus berusia 31 tahun dengan wajah tampan dan melankolis. Dia bukan tipe orang kekar yang mengandalkan kekuatan ototnya. Yusuf sangat sensitif dan mudah menangis jika melihat sesuatu yang menyedihkan. Hatinya penuh dengan kelembutan. Karena sifatnya yang lembut inilah, Yusuf merasa takut ketika mendengar perintah pamannya; “Seakan jantungku ditoreh belati dan aku menjawab, ‘Demi Allah, bahkan jika diberi seluruh kerajaan Mesir, aku tidak akan berangkat’”. Yusuf pernah bertempur di Mesir bersama pamannya selama dua tahun dan ini memberikan pengalaman yang mengerikan. Shirkuh bersikeras bahwa kehadiran Yusuf amat penting dan Nuruddin pun secara khusus juga memerintahkan Yusuf untuk berangkat ke Mesir. Dengan perasaan segan, Yusuf pun akhirnya berangkat bersama Shirkuh dan pasukannya.

Walaupun pada awalnya tidak terlalu senang dengan militer, Yusuf sang amir muda, akan menjadi salah satu pahlawan yang paling mengagumkan dalam sejarah Islam. Yusuf nantinya akan lebih dikenal dengan gelarnya yaitu Shalahuddin yang berarti Keadilan Agama. Ia dipuji oleh orang Timur maupun Barat dan satu-satunya pahlawan muslim yang diberi nama versi barat oleh para pengagumnya di Eropa yaitu, Saladin.

Pasukan Shirkuh tidak mengalami satu pertempuran sekalipun melawan pasukan Kristen Almaric karena orang-orang Kristen itu telah lari ketakutan. Shirkuh kemudian dipuja sebagai pembebas Mesir dan dianggap sebagai pemimpin kuat yang akan membawa ketertiban di Mesir. Mesir diperintah oleh wazir dan tak ada satupun wazir yang mampu membangun pemerintahan yang kuat dan mampu menegakkan keadilan. Shirkuh kemudian diangkat sebagai wazir baru ketika baru sepuluh hari kedatangannya. Otomatis kini Mesir merupakan bagian dari kerajaan Nuruddin. Ini mengubah secara drastis perimbangan kekuasaan di timur dekat. Kerajaan-kerajaan Kristen, baik di barat maupun di timur seperti Byzantium dan Yerusalem, kaget melihat persatuan umat muslim ini. Mereka menganggap ini adalah ancaman yang besar dan serius. Tapi takdir berkata lain, Shirkuh hanya menjabat 2 bulan sebagai wazir karena wafat.

Yusuf kemudian tampil menggantikan Shirkuh sebagai wazir Mesir. Yusuf tiba-tiba mendapati dirinya yang diberi gelar Al-Malik Al-Nashir yang berarti raja yang menang. Ia diberi pakaian wazir yang putih dan berturban emas serta jubah bergaris perak. Sebilah pedang yang dilapisi permata pada genggaman tangan kini juga menjadi miliknya. Ia dinaikkan ke kuda berwarna merah batu bata indah dengan pelana yang penuh permata. Karena hati Yusuf yang sensitif, ia menerima ini semua dengan hati yang takjub bahkan terkejut. Yusuf yang sebelumnya menolak berangkat ke Mesir kini malah menerima kehormatan yang tinggi dengan diserahi jabatan tertinggi di Mesir. Ia hanya dapat menjelaskan semua ini sebagai kehendak Allah. Ia merasa dengan jabatan ini bahwa ia harus menjalankan seruan Allah, mengusir orang-orang Kristen yang kejam dari bumi Islam khususnya Al-Quds.

Begitu diangkat menjadi wazir, kehidupan Yusuf atau Saladin ini berubah. Dengan jabatannya ini ia justru semakin banyak beribadah dan semakin ketat dalam menjalankan perintah-perintah agama. Sebagaimana seharusnya pemimpin muslim, Saladin menjalani kehidupan yang sederhana di tengah-tengah gemerlapnya hidup di sekitar tempatnya bekerja sebagai wazir. Di akhir hayatnya nanti, Saladin hanya meninggalkan uang 47 dirham walaupun saat itu ia adalah pemimpin yang paling kuat di timur tengah. Saladin membagikan banyak uang untuk kaum miskin sehingga bendaharawan Saladin mau tak mau harus menyembunyikan sebagian harta untuk keperluan darurat. Saladin juga belajar agama secara serius dengan para sarjana muslim terkemuka dan memerintahkan salah seorang sarjana untuk menulis buku tanya jawab soal keimanan untuk dirinya. Setiap kali Saladin tidak sedang bekerja, ia pasti membaca hadist. Saladin selalu shalat shubuh berjamaah serta sering menangis penuh emosi dalam shalat-shalatnya. Airmatanya akan mengalir lagi setiap kali mendengarkan ayat-ayat Al Qur’an yang mengharukan hatinya. Tak mengherankan jika sejak dia menjadi wazir, Mesir mempunyai identitas baru yang berpusat pada iman dan syariah Islam.

Saladin menyakini bahwa Allah telah memilihnya untuk melaksanakan sebuah tugas khusus. Beberapa tahun setelah diangkat menjadi wazir, ia berkata, “Ketika Allah memberiku negeri Mesir, aku yakin Allah juga bermaksud memberiku Palestina.” Saladin merasa wajib untuk berjihad melawan orang Kristen dan mengusir mereka dari Palestina. Ia tumbuh besar di istana Nuruddin dan di sana jihad dipandang bermakna penting bagi umat muslim. Yang menakjubkan adalah komitmen besarnya, yang telah mengubah seorang yang tadinya lembek menjadi seorang yang tangguh. Bahauddin penulis biografinya menulis:

“Perang suci dan segala penderitaan yang ada di dalamnya amat memberatkan hatinya dan seluruh anggota tubuhnya. Ia berbicara hanya tentang perang suci, hanya berpikir tentang peralatan tempur, hanya tertarik pada yang telah angkat senjata, dan hanya sedikit simpati bagi setiap orang berbicara selain itu atau orang berusaha mendorongnya untuk menjalani kegiatan lain. Demi cinta terhadap perang suci dan jalan Allah, ia meninggalkan istri dan anak-anaknya, tanah airnya, semua rumah dan tempat tinggalnya, dan memilih pergi ke dunia luar dan hidup dalam bayangan tendanya, tempat yang selalu ditiup angin dari segala penjuru.”

Tampaknya ketakutan lamanya telah menghilang. Ia tidak pernah meninggalkan garis depan pertempuran, bahkan ketika dia sedang sakit. Selama operasi jihad, Saladin membuat target yang ketat untuk menaklukan paling tidak satu lintasan kemah musuh setiap hari. Untuk menciptakan rasa kebersamaan, Saladin berkuda di antara para prajuritnya dengan hanya ditemani seorang pesuruh di waktu pertempuran sedang terjadi. Perubahan kepribadiannya yang mengarah lebih relijius, telah membongkar kerumitan rasa ngerinya dahulu, dan menyentuh simpanan kekuatan yang tak seorang pun menyadarinya termasuk Saladin sendiri. Yusuf atau Saladin kini telah menjadi seorang yang kuat dan perkasa.

Rasa percaya diri dan perasaan memiliki tujuan hidup ini mewujud dengan cepat. Dalam beberapa bulan pertama masa kepemimpinannya, Saladin meredakan pemberontakan dalam tentara Mesir dan dengan cerdas memukul mundur pasukan Kristen gabungan Yerusalem dan Byzantium. Saladin mematuhi perintah Nuruddin untuk mengganti Syiah menjadi Suni. Ini sangat beresiko karena bisa memancing pemberontakan rakyat Mesir dengan skala luas. Saladin sendiri sebenarnya merasa tak perlu mengadakan operasi militer untuk penggantian ini karena syiah dan suni hanya mempunyai perbedaan secara politis saja, bukan sebuah perbedaan yang bersifat teologis. Ini tidak seperti perbedaan antara Katolik dan Protestan yang lebih bersifat teologis. Saladin sendiri sangat dekat dengan Khalifah Syiah Mesir yang masih muda dan berbudi halus. Mesir kini menikmati rasa aman yang dibangun oleh pemerintahan Saladin. Saladin kini dihormati oleh rakyat Mesir melebihi penghormatan mereka terhadap khalifah, baik di Mesir sendiri maupun Baghdad.

One thought on “PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 7)

    dsds said:
    Oktober 20, 2008 pukul 8:13 am

    mantapppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s