PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 2)

Posted on Updated on


PERANG SALIB PETANI: PERANG YANG TIDAK PERNAH DIAKUI

Pada tanggal 25 November 1095, Paus Urban II menyerukan perang salib yang pertama. Bagi Eropa Barat, seruan itu merupakan peristiwa yang penting. Paus Urban II berkhotbah di depan kerumunan pendeta, ksatria dan orang miskin untuk menyerukan perang suci melawan Islam. Orang Turki Saljuk yang telah menjadi muslimin, seru Paus Urban, adalah ras barbar dari Asia Tengah yang baru saja menjadi muslim, menyerbu hingga Anatolia (Turki sekarang ini), mencaplok wilayah kerajaan Kristen Byzantium. Paus Urban juga mendesak para ksatria Kristen untuk berhenti berperang di antara mereka sendiri dan kemudian membulatkan tekad untuk bertempur melawan musuh tuhan ini. Paus Urban berseru bahwa orang-orang Turki ini adalah ras terkutuk, ras yang sungguh-sungguh jauh dari tuhan, orang yang hatinya sungguh tidak mendapat petunjuk dan jiwanya tidak diurus tuhan. Membunuh orang Turki adalah tindakan suci, dan orang Kristen wajib memusnahkan ras ini. Begitu selesai dengan orang Turki Saljuk, para ksatria ini akan berbaris untuk menuju Yerusalem, dan merebut kota itu dari kaum muslimin karena sungguh memalukan bahwa makam Kristus berada di genggaman kaum muslimin. Dengan khotbah ini, Paus Urban telah menjadikan kekerasan sebagai pusat pengalaman religius orang Kristen awam, dan dengan itu agama Kristen Barat menyambutnya dengan hangat sifat agresi yang hingga kini tak sepenuhnya hilang.

Sambutan terhadap seruan Paus Urban sungguh luarbiasa. Para pengkhotbah menyebarkan kabar tentang perang salib ke seluruh Eropa, termasuk Peter si Pertapa. Perang salib menarik minat semua kelas masyarakat: para paus, raja-raja, kaum bangsawan, pendeta, tentara bahkan petani. Orang-orang menjual semua yang mereka miliki sebagai bekal dalam ekspedisi yang panjang dan berbahaya ini. Mereka menjahitkan tanda salib di baju mereka dan berbaris menuju Yerusalem. Perjalanan itu merupakan ziarah sekaligus perang pemusnahan.

Pada musim semi tahun 1096, berangkatlah lima pasukan yang terdiri atas 60.000 tentara plus para peziarah dan anak istri mereka. Mereka dipimpin oleh Peter si Pertapa, Walter Sansovoir dari Possy, Emich, Folkmar dan Gottschalk. Pasukan Walter Sansovoir bergerak melalui Eropa Timur dan tiba di Konstantinopel pada bulan Juli. Sedangkan pasukan yang lain tidak seberuntung pasukan Walter Sansovoir. Pasukan besar ini tidak membawa bekal memadai sehingga bergantung pada pemberian makanan dari penduduk setempat yang mereka lalui. Jika tak ada pemberian, mereka menyerang desa-desa dan menjarah. Sebenaranya masyarakat di desa-desa yang dilalui tentara salib ini sudah cukup miskin dan susah untuk menyediakan makanan untuk sendiri, apalagi harus memberi makan tentara salib dan peziarah yang berjumlah ribuan itu.

Perang tak terhindarkan. Pada bulan Juni, pasukan Folkmar dihancurkan di Nitra, Hungaria oleh tentara Hungaria yang marah. Tak lama pasukan Gottschalk juga hancur di Pannolhama, Hungaria. Pasukan Emich yang berjumlah 20.000 orang mencoba memaksa masuk Hungaria dan mengepung kota Weisenberg selama 6 pekan. Tetapi mereka gagal dan terpaksa harus pulang dengan kehinaan. Sedangkan pasukan Peter berhasil mencapai Konstantinopel pada bulan Agustus walaupun kehilangan banyak orang selama perjalanan.

Kaisar Byzantium, Alexius, merasa ngeri dengan jumlah pasukan yang begitu besar tanpa bekal yang cukup. Mereka lapar dan kasar, kontras dengan Konstantinopel yang megah dan mapan. Alexius kemudian menggiring secara halus tentara salib ini keluar Konstantinopel menuju ke Asia Kecil yang dikuasai Turki Saljuk. Tak lama, pasukan Walter dan Peter pun dibantai oleh tentara Turki. Peter selamat dari pembantaian dan kemudian pergi ke Konstantinopel untuk bergabung dengan tentara salib berikutnya.

Para pencatat sejarah tidak membuktikan keberadaan tentara salib pertama ini dan mereka meniadakan penyebutan tentara ini dalam semua catatan mereka. Mereka hanyalah dianggap sebagai gerombolan petani yang fanatik, dan dianggap bukan pasukan resmi gereja. Kegagalan tentara salib pertama ini tidak diakui secara resmi karena ini akan membuat seluruh gerakan ini dipertanyakan. Kekalahan dari Turki adalah hal yang sangat memalukan. Tentara salib pertama ini diabaikan dan lebih populer dengan legenda “Perang Salib Petani.”

2 thoughts on “PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 2)

    ,mens romero said:
    Desember 18, 2009 pukul 3:24 pm

    alloh S.W.T pasti memberikan balasn yang setimpal kepada siapa saja yang telah berbuat jahat.,,yang tidak seharusnya di lakukan oleh seorang manusia kapada seorang manusia lain nya.,., entah IA membalasnya dgn secara langsung atupun di hari pembalasan nanti.,.,., SO.,., buat semua yang merasa punya dosa banyak bgt.,., segeralah bertobat.,,,..,,
    alloh huakbar alloh huakbar alloh huakbar alloh huakbar alloh huakbar ..,.,.,

    2010 in review « Haiya 'Alal Falah said:
    Januari 4, 2011 pukul 8:57 am

    […] The busiest day of the year was May 1st with 91 views. The most popular post that day was PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 2). […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s