PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 9)

Posted on Updated on


BEBASNYA PALESTINA

Pada tahun 1183, Saladin memulai gerakannya untuk membebaskan Palestina dari tentara Salib. Pasukan Saladin menyeberangi Yordania dan menyerbu Galilea. Guy dari Lusignan, yang kini menjadi wali Kerajaan Yerusalem, segera saja memobilisasi tentaranya. Kedua pasukan kemudian berkemah berhadap-hadapan di kolam Goliath. Kelompok elang mendesak untuk segera menyerang. Usulan kelompok elang ini ditentang oleh Baldwin yang memerintahkan untuk bertahan. Tindakan menyerang Saladin lebih dulu adalah konyol mengingat jumlah pasukan Saladin yang jauh lebih besar dibandingkan tentara Salib. Walau menang jumlah, Saladin tidak akan mampu mempertahankan keberadaan pasukannya dalam waktu lama di lingkungan yang tidak ramah. Para tentara Muslim ini harus pulang untuk memanen hasil pertaniannya. Saladin sebenarnya sudah memancing tentara Kristen untuk bertempur, tapi mereka tetap tenang sehingga memaksa Saladin dan pasukannya untuk mundur.

Karena dinilai terlalu pasif dalam menangani kepungan kaum Muslim, Guy kemudian dicopot jabatan wali dan kemudian mengangkat kembali Raymund dari kelompok merpati. Raja Lepra Baldwin membuat wasiat yang mengangkat Raymund menjadi wali kerajaan jika penggantinya, Baldwin V, masih berumur di bawah 10 tahun ketika Raja Lepra Baldwin meninggal.

Pada tahun 1185, Raja Baldwin IV meninggal karena penyakit lepranya. Wasiatnya segera berlaku. Baldwin V yang masih berumur 7 tahun mewarisi tahta dan Raymund menjadi walinya. Sebagai wali kerajaan, Raymund meminta Saladin untuk melakukan gencatan senjata selama 4 tahun. Saladin pun menyetujui gencatan senjata tersebut. Dalam masa gencatan senjata Kerajaan Yerusalem berusaha membangun kembali aktifitas perdagangan dan, yang terpenting, membujuk Eropa untuk melancarkan perang salib.

Secara mengejutkan, Baldwin V meninggal di Acre. Setelah upacara pemakaman Baldwin V, Joscelin –salah satu menteri- menyarankan Raymund untuk segera ke Tiberias, menyiapkan suksesi sesuai dengan wasiat Baldwin IV. Tapi ternyata itu semua telah diatur sedemikian rupa. Ketika Raymund tengah berada di Tiberias, telah terjadi sebuah kup. Di Makam Suci, Uskup Agung Heraclius menobatkan Guy dan Sibylla sebagai raja dan ratu Kerajaan Yerusalem. Ini adalah kemenangan besar kelompok elang atas dominasi kelompok merpati selama ini.

Dengan Guy menjadi raja, kebencian Reynauld seakan-akan terbebaskan. Hanya beberapa minggu setelah kup, Reynauld menyerang rombongan pedagang dan jamaah haji ketika mereka sedang menuju ke Mekkah. Reynauld membantai seluruh laki-laki dan menawan sisanya di kastil miliknya. Salah seorang tawanannya adalah saudara perempuan Saladin. Menanggapi hal ini Saladin mengatakan, jika Reynauld membebaskan tawanan dan mengembalikan barang jarahannya, maka Saladin masih akan menghormati perjanjian gencatan senjata. Ternyata Reynauld menolak dan Saladin bersumpah akan membunuh Reynauld dengan tangannya sendiri.

Saladin kemudian menyerukan jihad besar-besaran melawan kaum Kristen. Saladin merasa sudah saatnya kaum Kristen diusir dari tanah Muslim. Seruan Saladin mendapat sambutan yang luarbiasa. Ribuan kavaleri dan infanteri membanjiri Damaskus dari seluruh penjuru kerajaan. Damaskus penuh sesak oleh prajurit-prajurit dan bendera-bendera yang berkibar, dikelilingi oleh ribuan tenda yang menjadi tempat berteduh para prajurit. Untuk pertamakali selama berabad-abad, kaum Muslim memobilisasi secara penuh untuk jihad dengan efektif. Kaum Muslim terlihat siap dan mampu untuk menghancurkan pasukan Kristen.

Raymund merasa kehancuran Kerajaan Yerusalem sudah di depan mata. Raymund membuat sebuah perjanjian rahasia dengan Saladin yang berjanji tidak akan menyerang Tripoli dan Galilea. Mendengar hal ini, meluaplah kemarahan kelompok elang dan mendesak Guy untuk mengirimkan pasukan untuk menghajar Raymund. Melihat ini, Balian dari Ibelin mengingatkan Guy bahwa bahaya besar mengancam jika menyerang Raymund karena ini akan mengundang pasukan Saladin yang berjumlah besar untuk menyerang karena adanya perpecahan. Atas pertimbangan inilah, Guy kemudian memerintahkan untuk membatalkan serangan ini.

Pada tanggal 30 April, anak Saladin, Al-Afdlal, mendatangi Raymund mengajukan sebuah permintaan untuk mengirim kelompok penyelidik melalui Galilea. Raymund mengijinkannya asalkan tidak merusak satupun kota atau desa yang dilewati dan harus kembali lagi sebelum malam. Al-Afdlal setuju dengan syarat Raymund. Raymund memerintahkan agar semua orang di Galilea untuk tetap di rumah pada esok harinya. Keesokan hari, tanggal 1 Mei, Raymund menyaksikan 7000 pasukan muslim berbaris melalui kastilnya di Tiberias menuju Galilea. Sore harinya, sesuai kesepakatan, pasukan muslim tersebut meninggalkan wilayah Kristen dengan membawa kepala-kepala para Ksatria Kuil (Knight of Templar) dan Ksatria Ordo Hospitaler.

Rupanya ketika Gerard dari Ridfort mendengar perintah Raymund untuk tidak keluar rumah menghindari pasukan Muslim, hatinya tidak dapat menerima perintah yang keluar dari seorang pengkhianat pengecut. Gerard justru memerintahkan seluruh Ksatria Kuil yang berada di wilayah itu untuk bergabungnya. Sebanyak 90 ksatria dari Ksatria Kuil ditambah 40 ksatria sekuler dari Nazaret bergabung dengan Gerard. Kelompok kecil Kristen ini berkeliling untuk mencari tentara Muslim. Saat mereka memberi minum kuda di mata air Cresson, mereka melihat jumlah pasukan Muslim yang besar. Secara logika James Maily, komandan Ksatria Kuil, ingin mundur dan menghindar pasukan Muslim. Tapi Gerard bersikeras untuk tetap menyerang dan menghina James: “Kau terlalu mencintai kepala pirangmu itu.” James yang telah bersumpah untuk patuh menjawab: “Aku akan mati dalam pertempuran layaknya seorang pemberani. Sedangkan kau akan kabur layaknya seorang pengkhianat.” Tentara Kristen itu kemudian menyerang pasukan Muslim yang berjumlah ribuan. Semua tentara Kristen ini kemudian terbunuh kecuali 3 orang, dan salah satunya adalah Gerard dari Ridfort.

Dengan adanya bencana ini, Raymund kemudian menjadi bahan cacian bagi kaum Kristen. Raymund sendiri telah terguncang dengan peristiwa ini sehingga dia akhirnya menyerahkan semua pasukannya menjadi di bawah kendali Raja Yerusalem. Orang Kristen mulai mengadakan mobilisasi pasukan. Semua pasukan berkumpul di Acre kemudian berbaris ke Sephoria secara ogah-ogahan. Mereka mengalami demoralisasi. Sebaliknya justru terjadi di pihak Muslim. Pasukannya mulai tak sabar untuk memulai jihadnya. Saladin sendiri menyimpulkan bahwa kesempatan ini tak akan disia-siakan. Pertempuran ini harus dilaksanakan sebelum musim gugur karena tentara mereka harus kembali untuk memanen lahan pertaniannya.

Saladin kemudian memasang jebakan dan berdoa agar kaum Kristen bisa masuk dalam perangkapnya. Pada tanggal 1 Juli, Saladin membawa pasukannya melalui Yordania menuju Galilea. Setengah pasukan berkemah di dekat danau dan setengahnya lagi menyerang Tiberias yang dapat direbut hanya dalam waktu 1 jam pertempuran. Saat itu Raymund dan anaknya tengah berada di Sephoria, sedangkan istrinya masih di rumahnya di Tiberias. Para pimpinan orang Kristen di Sephoria berdebat, apa yag harus mereka lakukan. Kelompok elang mengusulkan untuk langsung menyerang dan kelompok merpati yang dipimpin oleh Raymund mengusulkan untuk bertahan. Raymund tahu rencana Saladin. Walaupun Tiberias adalah kotanya sendiri, Raymund rela kehilangan untuk sementara waktu. Raymund juga tidak mengkhawatirkan keselamatan istri dan penduduk Tiberias karena perilaku Saladin yang penuh welas asih. Paling-paling mereka dibawa ke Damaskus dan bisa ditebus di lain hari. Seperti biasa, Raja Guy bimbang memutuskan jalan mana yang harus ditempuh. Guy kemudian mendengarkan Gerard yang berhasil melarikan diri dari serangan bodoh bunuh dirinya di Cresson. Gerard mencerca Raymund yang sudah dianggapnya sebagai pengkhianat. Guy memerintahkan pasukannya untuk berbaris menuju Tiberias. Orang Kristen sudah masuk jebakan yang dipasang oleh Saladin.

Tentara Kristen berjalan menyeberangi lembah-lembah Galilea dalam musim panas yang terik. Mereka terbebani oleh pakaian dan peralatan tempur yang berat. Perjalanan yang seharusnya memakan waktu beberapa jam akhirnya harus ditempuh seharian. Saladin mengirimkan pemanah-pemanah jitu untuk mengikuti mereka dari kejauhan, mengincar tentara-tentara yang terpisah sendirian. Saladin juga sudah mengeringkan mata air dan sumur yang akan dilewati tentara Kristen sehingga banyak diantara tentara Kristen ini menajdi setengah gila karena kehausan. Akhirnya mereka tiba di Galilea dengan kondisi yang sangat lelah dan menyadari bahwa perkemahan pasukan Muslim telah menutup akses mereka ke sumber air. Beberapa baron mendesak Raja Guy untuk bergerak merebut danau dari Saladin, tapi rupanya Raja Guy memutuskan berkemah semalam karena merasa kasihan melihat penderitaan prajuritnya seharian. Tentara Kristen berkemah di lereng dekat lembah yang disebut dengan Tanduk Hittin, tempat Yesus mengkhotbahkan agama damai dalam Khotbah Di atas Bukit. Tentara Kristen menyangka akan ada satu mata air di lereng bukit tersebut, tapi sesampainya di sana satu-satunya sumur itu pun sudah kering.

Tak hanya itu, penderitaan dehidrasi mereka bertambah parah karena pasukan Muslim membuat api unggun yang mengirimkan asapnya ke tentara Kristen yang sedang berkemah. Belum lagi suara sorak sorai dari pasukan Muslim yang makin menambah turunnya mental tentara Kristen. Malam itu adalah salah satu dari 10 malam terakhir Ramadhan, yang bisa saja adalah malam lailatul qodar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Sebelum malam berakhir, Saladin memerintahkan pasukannya untuk menyebar secara diam-diam mengepung perkemahan tentara Kristen. Setelah fajar menyingsing, pasukan Muslim langsung menyerang perkemahan tentara Kristen.

Pasukan infanteri Kristen yang panik dan hanya memikirkan air, bergerak turun setelah melihat kilauan air laut Galilea. Mereka kemudian dihalau oleh pasukan Muslim dan menimbulkan banyak korban yang mati dengan mulut menghitam karena kehausan. Pasukan kavaleri pimpinan Raymund berhasil menembus kepungan pasukan Muslim, tetapi kepungan kembali rapat setelah Raymund berhasil keluar sehingga pasukan kavalerinya terpisah dengan pasukan induknya. Raymund berhasil lolos dan terhindar dari kematian. Balian dari Ibelin juga menjadi salah satu pemimpin Kristen yang lolos. Kavaleri pasukan Muslim terus menyerang perkemahan tentara Kristen dan akhirnya Saladin dan anaknya Al-Afdlal melihat kemah Raja Kerajaan Yerusalem Guy, tempat sang raja berlindung, telah roboh rata dengan tanah. Al-Afdlal berkata, “Ayahku kemudian turun dari pelana kuda dan kemudian bersujud di tanah, bersyukur kepada Allah dengan tangis kebahagiaan.” Tentara Kristen kalah telak, dan Kerajaan Kristen Yerusalem telah tumpas. Saladin berhasil mengusir tentara salib dari bumi Palestina.

Setelah pertempuran berkhir, Saladin mempunyai dua tawanan penting yang langsung dibawa ke tendanya yaitu Raja Guy dan Reynauld. Kedua tawanan itu benar-benar sudah kelelahan dan putus asa karena kehausan. Saladin memberikan sekantung air yang diberi es dari salju gunung Hermon kepada Raja Guy yang kemudian meminumnya. Setelah puas, Raja Guy memberikan kantung air kepada Reynauld. Ketika Reynauld akan meminumnya, Saladin menegaskan bahwa dia tidak mengizinkan Reynauld untuk ikut meminum. Sudah menjadi kebiasaan bangsa Arab waktu itu untuk tidak membunuh lelaki yang telah diberi makan dan minum olehnya.

Teringat akan sumpahnya untuk membunuh Reynauld dengan tangannya sendiri karena begitu banyaknya kejahatan Reynauld terhadap kaum Muslim, Saladin kemudian memenggal kepala Reynauld dan menyeret mayatnya di ke Raja Guy yang ketakutan setengah mati. Kepada Guy, Saladin dengan tersenyum berkata bahwa seorang raja tak akan membunuh raja yang lain. Saladin kemudian menjelaskan dengan baik-baik bahwa Reynauld dipenggal karena kejahatan-kejahatannya yang begitu besar. Raja Guy kemudian dibawa ke Damaskus dan tak lama kemudian dibebaskan.

Kisah ini begitu terkenal karena dengan sempurna menggambarkan sikap Saladin yang penuh welas asih. Ini adalah hal baru dalam sebuah perang suci menurut pandangan orang Kristen. Saladin tidak ingin membantai seluruh orang Kristen tanpa pandang bulu, sebagaimana orang Kristen dengan semangat Yoshua menaklukkan Palestina yang membantai seluruh kaum Muslim. Kejadian ini telah membuktikan bahwa semangat jihad fi sabilillah tidak akan membabibuta membunuh semua musuhnya, bahkan ada aturan-aturan yang sangat ketat di dalamnya. Kejadian ini juga membuktikan bahwa kaum Muslim jauh lebih manusiawi dibandingkan orang Kristen dalam mensikapi perang suci.

Walau tak semua orang Kristen dibunuh, Saladin membunuh semua ksatria dari Ksatria Kuil (Knights of Templar) dan semua ordo-ordo militer karena merekalah yang paling berdedikasi untuk memerangi Islam selama ini. Jika orang-orang seperti Reynauld atau para ksatria ini dibebaskan, mereka pasti akan menghimpun kekuatan untuk kembali berbuat kejahatan terhadap kaum Muslim. Membunuhnya semua adalah sebuah tindakan penyelamatan.

Para ksatria Kristen yang kabur kemudian menghimpun diri di Tirus dengan Conrad dari Montferrat sebagai pemimpin. Banyak di antara mereka langsung menuju kota Yerusalem untuk mempertahankannya dari kaum Muslim. Saat itu pasukan Muslim masih berada di Hittin. Kaum Kristen waktu itu betul-betul putus asa dan ketakutan. Ini cukup masuk akal. Beberapa ribu orang Kristen yang berkumpul di Yerusalem tak akan mampu menandingi kekuatan pasukan Muslim. Apalagi kesatuan-kesatuan militer yang soild sudah dihancurkan di pertempuran Hittin. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang sipil. Orang-orang Kristen sangat ketakutan jika Saladin akan membalas dendam dengan membantai semua orang Kristen seperti halnya Tentara Salib yang membantai habis orang Islam ketika menaklukkan Yerusalem dulu.

Kemudian muncul Balian dari Ibelin, yang berhasil lolos dari pertempuran Hittin. Sebenarnya Balian sudah tak mau terlibat lagi dengan perang salib ini. Dia pergi ke Yerusalem sebenarnya untuk menjemput istrinya dan selanjutnya akan pergi ke Tirus. Balian meminta izin masuk kota dengan sopan kepada Saladin yang sedang mengepung kota Yerusalem. Saladin memberinya izin dengan syarat bahwa Balian hanya akan menginap semalam di kota tersebut. Balian pun bersumpah akan menaati syarat itu.

Begitu Balian masuk ke dalam kota, orang-orang Kristen meminta dengan amat sangat untuk tetap tinggal dan memimpin perlawanan. Balian dalam sebuah dilema, ia punya kewajiban untuk melindungi rakyatnya dan kewajiban religius untuk mempertahankan Yerusalem, tapi di sisi lain dia sudah bersumpah kepada Saladin untuk tidak tinggal di kota ini. Balian kemudian pergi ke Saladin dan menjelaskan posisinya. Saladin memikirkan hal ini dengan sungguh-sungguh. Pada akhirnya Saladin menyimpulkan bahwa karena Balian mempunyai kewajiban religius untuk tinggal maka Saladin pun membebaskan Balian dari sumpahnya. Saladin percaya dengan kesucian sumpah dan secara simpatik mampu memahami posisi Balian, walaupun ini merugikan Saladin sendiri.

Saladin memberikan tawaran kepada kaum Kristen untuk menyerah tanpa syarat, maka tidak akan ada banjir darah. Seperti biasanya, kaum Kristen dengan kepala batu menolak tawaran ini. Dalam situasi genting ini, muncul Balian yang menghadap Saladin dan mengatakan bahwa ada banyak orang yang masih bertempur dengan setengah hati karena mengharapkan Saladin memberikan ampunannya. Tapi jika kematian sudah jeas di depan mata, mereka akan bertempur dengan nekatnya. Saladin berkonsultasi dengan para imam dan fukaha mengenai hal ini. Mereka kemudian memutuskan bahwa sah hukumnya jika Saladin menaklukkan kota ini dengan damai.

Pada tanggal 2 Oktober 1187, Saladin dan tentaranya memasuki Yerusalem sebagai penakluk dan selama 800 tahun kemudian Yerusalem tetap menjadi kota Muslim hingga akhirnya direbut oleh Yahudi di tahun 1967. Kemenangan kaum Muslim ini bertepatan dengan Isra’ Miraj, di mana Rasulllah SAW sholat di masjid Al-Aqsha yang terletak di Palestina atau kota Yerusalem ini dan kemudian terbang ke langit ke tujuh untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT langsung.

Dalam penaklukan ini tak seorang Kristen pun yang dibunuh dan tak ada penjarahan samasekali. Tebusan sengaja ditetapkan dengan amat rendah, namun tetap saja ribuan kaum miskin tak bisa membayarnya. Karena terharu akan penderitaan mereka, Saladin banyak membebaskan mereka dengan cuma-cuma yang membuat pencatat keuangan Saladin menderita akibat kemurahan hatinya. Saudara Saladin, Al-Adil meminta seribu orang untuk digunakan sendiri. Setelah diizinkan, Al-Adil yang juga tersentuh dengan penderitaan tawanan ini kemudian langsung membebaskan begitu saja di tempat. Kaum Muslim waktu itu begitu terkejut menyaksikan begitu banyaknya kaum Kristen kaya yang melarikan diri dengan membawa harta benda mereka. Jika dikumpulkan sebenarnya harta itu bisa untuk menebus seluruh tawanan. Ketika Imaduddin melihat Uskup Agung Heraclius kabur dengan membawa kereta yang penuh harta, ia mendesak Saladin untuk menyita hartanya. Tapi Saladin menolaknya karena Al Qur’an menyatakan penting sekali untuk menaati sumpah dan perjanjian. Kata Saladin, “Orang Kristen di mana pun akan mengingat kebaikan yang telah kita lakukan kepadanya.

Begitu ia berada di Yerusalem, Saladin kemudian membersihkan tempat-tempat suci yang telah lama dicemari. Masjid Al-Aqsha selama ini telah dijadikan markas besar Ksatria Kuil (Knights of Templar). Mereka membuat asrama di sekeliling masjid dan menjadi sebagian masjid menjadi gudang dan kakus. Di atas kubah batu, ada sebuah salib emas raksasa yang kemudian segera diturunkan. Ibnu Al-Atsir menulis, “Ketika mereka mencapai puncak, sebuah teriakan keras terdengar. Kaum Muslim meneriakkan Allahu akbar dalam kegembiraan mereka.” Di dalam masjid besar, batu besar tempat Ibrahim as mengikat Ishak dan tempat Rasullah SAW berpijak waktu Isra’ Miraj, ditutupi oleh orang-orang Kristen dengan marmer. Masjid Al-Aqsha sendiri dipenuhi oleh patung-patung dan gambar-gambar berhala, bergambar Yesus dan sebagainya. Masjid dikembalikan ke keadaan semula. Pada hari Jum’at tanggal 9 Oktober, kaum Muslim melaksanakan shalat jum’at berjamaah di masjid Al-Aqsha, menandakan bahwa Islam telah pulih kembali di Palestina.

16 thoughts on “PERANG SALIB : PERANG PANJANG ISLAM DAN KRISTEN (BAG 9)

    Uditoyo said:
    Desember 14, 2008 pukul 10:00 pm

    Saya agak bingung dengan film Kingdom of Heaven.. Kelihatannya versinya cukup berbeda walaupun terlihat Salahudin sangat baik.

      Marhan Faishal responded:
      Desember 17, 2008 pukul 2:12 pm

      Sejarah selalu ada beberapa versi, apalagi yang sudah terjadi 10 abad yang lalu seperti Perang Salib ini. Yang saya tulis ini hanyalah sebuah saduran dari buku yang ditulis oleh seorang sejarahwan barat, mantan biarawati dan mempunyai obyektifitas yang luar biasa. Namanya adalah Karen Armstrong. Dalam bukunya ini dia memaparkan visi tiga sisi.
      Kebanyakan perang salib ditulis atau difilmkan hanya dari sisi orang Kristen saja, tanpa mempedulikan sisi yang lain, sisinya orang Islam (Sarasin) misalnya. Semoga tulisan ini bisa membuka mata umat Islam tentang kebenaran sejarah yang seringkali ditutupi oleh peradaban yang berkuasa saat ini, yaitu peradaban barat.

    panjie wiguona said:
    Februari 2, 2009 pukul 5:48 am

    sejarah memang berbeda beda versinya tetapi mempunyai garis besar yang sama, tidak usah bingung, semuanya tersebut adalah kehendak Allah SAW untuk mengingatkan kita untuk tetap selalu tunduk dan sujud kepadaNya,…amiien

    Ordo bait kristus said:
    April 20, 2010 pukul 5:54 pm

    Saladin itu pengecut dan penakut.dia bisa merebut yerusalem dengan menyerang pasukan kristen pada saat lelah dan kehausan dengan secara diam-diam.saladin sipengecut sadar gk akan bisa menang dengan cara terbuka.di lain sisi terjadi perpecahan di kubu kerajaan yerusalem,sehingga menjadi point plus bagi pasukan saladin.

      Marhan Faishal responded:
      Mei 7, 2010 pukul 7:00 pm

      Ini perang, bung. Ini masalah strategi, bukan masalah siapa yng pengecut siapa yang gentleman. Ini masalah siapa yang pintar dan siapa bodoh.

      Janisaries said:
      Oktober 2, 2010 pukul 8:29 pm

      karna kebodohan raja Guy de lusignan yg membuat pasukan kalian kalah

    Ordo bait kristus said:
    April 20, 2010 pukul 6:05 pm

    Tapi lihat lah sekarang bekas-bekas jajahan pasukan muslim yg terakhir dikendalin turki otoman.kehidupan mereka sangat melarat,lagi pun mereka tdk tau klu nenek moyang mereka disiksa dan dipaksa masuk muslim oleh pasukan otoman dan kroni-kroninya.jadi mereka dijaman sekarang terkena imbasnya.menurut aku di jaman sekarang harus diadakan lagi secara global dunia perang salib terakhir untuk mengakhirin penderitaan muslim dan jiwa-jiwa sesatnya.

      Marhan Faishal responded:
      Mei 7, 2010 pukul 7:06 pm

      Bisa kebayang kan, bagaimana Perang Salib dimulai dari sikap-sikap seperti ini?

    Knight templars said:
    April 20, 2010 pukul 6:06 pm

    Tapi lihat lah sekarang bekas-bekas jajahan pasukan muslim yg terakhir dikendalin turki otoman.kehidupan mereka sangat melarat,lagi pun mereka tdk tau klu nenek moyang mereka disiksa dan dipaksa masuk muslim oleh pasukan otoman dan kroni-kroninya.jadi mereka dijaman sekarang terkena imbasnya.menurut aku di jaman sekarang harus diadakan lagi secara global dunia perang salib terakhir untuk mengakhirin penderitaan muslim dan jiwa-jiwa sesatnya.

    arif said:
    Desember 20, 2010 pukul 2:45 pm

    hahaha..ya bait kristus pasti orang sadis banget ya. masih belum lupa penjajahan belanda pada nenek moyang indonesia.
    krja rodi, tanam paksa, perampasan.
    mari kita berdakwah menyadarkan domba domba sesat kristen seperti bait kristus.
    bukankah dakwah lebih baik dari pada perang salibnya bait kristus

    Yohanes said:
    Maret 29, 2012 pukul 3:38 pm

    Wah, orng kristen eropa kacau, mreka perang bukan buat Tuhan, tpi cuma buat kekuasaan doang… Buat ap coba perang?? Gk ad artinya.. Kasian orng2 yg perang pada mati gk tau mau kemana tuh ujung hidupnya…
    Tuhan tidak pernah menghendaki kita perang, karna Tuhan kita itu Tuhan yg cinta damai..
    Jdi gk usa ad perang2 lgi dah.. Wkwkwkk

      Marhan Faishal responded:
      Juni 25, 2012 pukul 11:42 am

      Itu kenapa kita mesti kritis. Jangan terlalu taklid atau nurut dengan membuta. Karena itu, untuk kritis, kita mesti pintar dan selalu update untuk bisa ngeliat gambar besar dari sebuah permasalahan. Ini berlaku utk semua orang saya kira…

    erick said:
    April 30, 2012 pukul 11:03 pm

    intinya salahuddin alias saladin disegani karena tidak membalaskan dendamnya kepada orang kristen, meskipun sebenarnya ia bisa. Kristen sendiri terpecah belah karena kekuasaan , maka itulah dengan mudah direbut oleh Muslim. Kristen berperang bukan karena tuhan, jadilah ketika mereka menang, mereka berkelahi sendiri didalam.

    usman yunus said:
    Maret 17, 2014 pukul 7:46 am

    Untung saya tdk ada pada saat saladin merebut yerussalem, karna saya pasti membantai kristen bahkan menyincang mereka layaknya mereka lakukan pada muslim, bahkan membakar hidup-hidup, truss saya congkel matanya hidup-hidup….. Wkwkwk

    CIUS MIAPA (CInta Yesus Muhammad Itu APA said:
    Juni 18, 2014 pukul 10:42 pm

    Sekali pengecut mah pengecut aje —– (SALADIN)
    KRISTEN tetap yang di depan

    irwan said:
    Juli 6, 2014 pukul 1:32 am

    cius bloon lu..tdk mengerti sejarah..kristen terdepan apanya? terdepan peradaban barat maksudnya? yg selalu terdepan berbuat maksiat dan gaya porno pemeluknya??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s